SportlinkNews - Langkah impresif berhasil ditunjukkan oleh tunggal putra muda Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, dalam mengawali petualangannya di ajang bergengsi se-Asia. Atlet yang akrab disapa Ubed tersebut secara meyakinkan menyegel satu tempat di babak utama Kejuaraan Asia 2026.
Perjuangan Ubed dimulai dari fase kualifikasi Grup A dengan performa yang sangat dominan di atas lapangan. Ia sukses menyapu bersih dua pertandingan pembuka melalui kemenangan straight game yang terbilang cukup mudah.
Pebulu tangkis Kazakhstan, Dmitriy Panarin, menjadi korban pertama ketangguhan Ubed dengan skor telak 21-9 dan 21-11. Tren positif tersebut berlanjut saat ia menundukkan wakil Uni Emirat Arab, Bharath Latheesh, dengan skor 21-11 dan 21-10 pada Selasa (7/4).
Baca Juga: GT World Challenge Asia Kembali ke Sirkuit Mandalika, Bawa Efek Domino Bagi Industri Sport Indonesia
Keberhasilan menembus babak utama disambut dengan rasa syukur namun tetap dengan evaluasi mendalam terhadap kondisi teknis. Ubed merasa ritme permainannya sudah mulai menyatu dengan atmosfer pertandingan meski masih memerlukan penyesuaian fisik.
"Senang bisa ke babak utama. Ada dua pertandingan hari ini dan sudah lumayan enak mainnya tapi masih terus adaptasi dengan kondisi di lapangan," kata Ubed dalam keterangannya melalui federasi.
Momen debut di Kejuaraan Asia kali ini diakui sebagai tantangan besar bagi karier profesional sang pemain muda. Turnamen ini memang memiliki reputasi sebagai salah satu ajang dengan tingkat kesulitan yang setara dengan turnamen elite dunia.
Baca Juga: Mandalika Gelar GT World Challenge, Wamenpora Ingin Melihat Atlet Balap Indonesia Berprestasi
Status sebagai juara Thailand Masters 2026 menjadi modal kepercayaan diri tambahan bagi Ubed untuk bersaing di level tertinggi. Selain itu, pengalaman bertanding di daratan Eropa sebelumnya memberikan perspektif baru dalam menghadapi lawan-lawan tangguh.
Ubed mengaku telah menyerap banyak ilmu berharga dari kekalahan maupun kemenangan saat bertemu dengan pemain papan atas dunia. Pertemuan dengan bintang China dan Jepang di turnamen sebelumnya menjadi referensi penting untuk mematangkan strategi permainan.
"Saya belajar dari situ, banyak dapat pelajaran dari pertemuan dengan Li Shi Feng (China) dan Yushi Tanaka (Jepang). Semoga bisa jadi pembelajaran untuk tampil lebih baik di sini," tuturnya.
Baca Juga: Liga Champions: Data dan Fakta Menarik Duel Real Madrid Vs Bayern Munchen
Ujian sesungguhnya akan segera tersaji di babak utama saat Ubed dijadwalkan menantang wakil Jepang, Koki Watanabe. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel fisik yang sangat menguras tenaga mengingat gaya main lawan yang sangat ulet.
Karakteristik pemain Jepang yang disiplin menuntut Ubed untuk memiliki kesiapan mental yang lebih kuat dari biasanya. Ia sadar bahwa variasi serangan dan pertahanan yang rapat akan menjadi kunci utama dalam mencuri poin demi poin.