SportlinkNews - Tim Uber Indonesia menatap laga penentuan melawan Chinese Taipei dengan kesiapan penuh. Seluruh sektor dipersiapkan matang, termasuk strategi di tunggal putri yang diproyeksikan menjadi penentu arah pertandingan.
Putri Kusuma Wardani menyatakan siap tampil maksimal jika dipercaya turun sebagai tunggal pertama. Ia berpeluang menghadapi Chiu Pin-Chian yang dikenal memiliki permainan ulet dan konsisten.
"Saya juga tidak ingin banyak mati sendiri. Sebagai tunggal pertama, saya ingin bisa menyumbangkan poin dan membuka jalan untuk laga selanjutnya," kata Putri.
Baca Juga: MotoGP: Alex Marquez Kuasai Jerez, Marc Marquez Tergelincir di Lap Awal
Ia menegaskan ambisi tim untuk mengamankan posisi puncak grup tetap menjadi target utama dalam laga krusial ini.
Di sektor tunggal kedua, Thalita Ramadhani Wiryawan berpotensi menghadapi Lin Hsiang Ti yang secara peringkat berada di atasnya. Meski demikian, Thalita memilih tampil tanpa beban.
"Dari calon lawan peringkatnya lebih tinggi, jadi saya mau main nothing to lose, fokus tampil maksimal tanpa memikirkan menang atau kalah," imbuh Thalita.
Baca Juga: Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu
Ia juga mengungkapkan kerap berdiskusi dengan Putri untuk mempelajari karakter permainan lawan, mengingat ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di ajang beregu level elite.
Sementara itu, sektor tunggal ketiga masih menjadi bahan pertimbangan tim pelatih. Indonesia memiliki opsi menurunkan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang lebih berpengalaman atau memberi kesempatan kepada Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
Keputusan ini akan disesuaikan dengan potensi turunnya Huang Yu-Hsun dari kubu Chinese Taipei yang berada di jajaran 30 besar dunia .
Baca Juga: Enzo Fernandez Bungkam Para Kritikus, Chelsea Tantang City di Final Piala FA
Di sektor ganda, kekuatan Indonesia dinilai merata dengan beberapa kombinasi pasangan yang bisa diturunkan. Rotasi pasangan pun tetap terbuka, seperti yang telah dilakukan pada laga sebelumnya.
Kepala Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, menegaskan bahwa setiap keputusan perubahan pasangan dilakukan melalui pertimbangan matang.
"Keputusan yang kami ambil tentu sudah melalui pertimbangan, baik kondisi fisik, mental, maupun kecocokan pola permainan dengan lawan," ungkapnya.