SportlinkNews - Jonatan Christie menjaga langkahnya di China Open 2026 setelah melewati ujian berat pada babak 16 besar.
Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia itu berhasil mengatasi permainan untuk mengamankan tiket perempat final usai mengalahkan wakil Singapura, Loh Kean Yew.
Bermain tiga gim di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, 23 Juli 2026, unggulan keempat itu menang dengan skor 12-21, 21-6, 21-13.
Baca Juga: Yamaha Siapkan Kepala Kru untuk Jorge Martin yang akan Bergabung Musim 2027
Sempat kehilangan gim pertama, Jonatan mampu mengubah pendekatan permainannya sehingga tampil jauh lebih dominan pada dua gim berikutnya. Adaptasi terhadap karakter lapangan menjadi faktor penting di balik kebangkitannya.
Peraih medali emas Asian Games 2028 itu mengakui kondisi arena pertandingan kembali menghadirkan tantangan tersendiri.
Sama seperti laga sebelumnya, arah angin membuat shuttlecock sulit dikendalikan sehingga memaksa para pemain untuk cepat menemukan strategi yang tepat.
Baca Juga: Demi Kembangkan Potensi Persija Pinjamkan Cyrus Margono
"Seperti kemarin, memang agak tricky juga di lapangan. Saya maupun lawan sama-sama merasakan, jadi harus punya strategi yang tepat dan berani menggunakannya," ujar Jonatan.
Pada gim pembuka, Jonatan sengaja mencoba beberapa variasi pukulan untuk membaca kondisi lapangan. Namun, sejumlah percobaan justru membuat shuttlecock keluar lapangan dan berujung pada kekalahan di gim pertama.
Evaluasi itu langsung dilakukan sebelum memasuki gim kedua. Jonatan memilih mengubah pola permainan dengan tampil lebih agresif sejak awal apabila pertandingan berlanjut hingga gim penentuan. Strategi tersebut terbukti efektif.
Baca Juga: Elkan Baggott Sudah Lama Dibidik Millwall FC, Cocok dengan Profil yang Dicari Tim
Dominasi Jonatan terlihat jelas setelah merebut gim kedua dengan skor telak 21-6.
Momentum itu terus berlanjut pada gim ketiga hingga ia mampu mengendalikan permainan dan memastikan kemenangan 21-13 sekaligus mengamankan tempat di delapan besar.
Menurut Jonatan, perubahan strategi membuatnya lebih nyaman mengembangkan permainan, terutama setelah melewati interval pada gim penentuan.
Baca Juga: Mourinho Angkat Joao Tralhao Jadi Asisten di Real Madrid
"Di gim pertama saya coba beberapa kali melihat kondisi dan tes beberapa kali, ternyata banyak yang keluar bolanya. Jadi langsung memutuskan kalau sampai ke gim ketiga harus lebih agresif di awal," ucapnya.
"Puji Tuhan berjalan sesuai rencana dan lebih nyaman ketika berbalik setelah interval."
Selain hasil positif, Jonatan juga menilai penampilannya mulai menunjukkan perkembangan.
Baca Juga: Jordi Amat Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Juara Piala AFF 2026
Ia kini berusaha menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani hasil, sembari memperbaiki kualitas permainan yang sempat belum konsisten dalam beberapa turnamen sebelumnya.
"Ekspektasinya ingin menikmati main saja. Membalikkan permainan yang kemarin di Indonesia Open dan sebelumnya," imbuh juara All England 2024 tersebut.
"Lebih enjoy, lebih dewasa lagi dalam penggunaan pukulan dan lebih berani lagi. Mungkin belum sampai ke titik yang diinginkan, tapi sedikit demi sedikit meningkat," lanjutnya.
Baca Juga: Undian Asian Games 2026: Timnas Voli Putra Bertemu Iran, Putri Ditantang Jepang
Pebulutangkis Canada yang sedang naik daun, Victor Lai akan menjadi lawan berikutnya bagi Jonatan.
Pertandingan nanti adalah pertemuan kedua mereka, sebelumnya di Indonesia Open 2026, Jonatan kalah dua gim langsung oleh pemain peringkat 8 dunia tersebut.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Awali Misi Kebangkitan di China Open 2026, Bidik Hasil Lebih Baik
Alwi Farhan Petik Pelajaran Berharga dari Kekalahan di China Open 2026
Fajar/Fikri Jadi Tumpuan Ganda Putra Indonesia di Perempat Final China Open 2026
China Open 2026: Lolos Perempat Final, Fajar/Fikri Jalankan Misi Balas Dendam atas Kang/Ki
China Open 2026: Rachel/Febi Balikkan Keadaan, Tiket Delapan Besar di Tangan