Fajar/Fikri Jadi Tumpuan Ganda Putra Indonesia di Perempat Final China Open 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 23 Juli 2026 | 22:32 WIB
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi wakil Indonesia terakhir di ganda putra usai melangkah ke perempat final China Open 2026. Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin tersingkir di babak kedua
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi wakil Indonesia terakhir di ganda putra usai melangkah ke perempat final China Open 2026. Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin tersingkir di babak kedua

SportlinkNews - Harapan Indonesia di sektor ganda putra China Open 2026 kini bertumpu sepenuhnya pada Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Pasangan unggulan kedua itu menjadi wakil terakhir Merah Putih yang bertahan di sektor ini setelah memastikan tempat di perempat final, sementara dua pasangan lainnya harus angkat koper pada babak 16 besar.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke perempat final China Open 2026 setelah mengalahkan pasangan Jepang, Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, 21-19, 21-11 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Kamis, 23 Juli.

Baca Juga: Drawing Srikandi Merdeka Cup 2026: Garuda Pertiwi Jumpa Malaysia, Putri Nusantara Hadapi Thailand

Kemenangan tersebut sekaligus menjaga peluang mereka merebut gelar BWF World Tour Super 1000 pertama musim ini.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Indonesia hanya menyisakan satu pasangan di sektor ganda putra.

Sebelumnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal mengikuti jejak Fajar/Fikri setelah sama-sama tersingkir pada babak kedua.

Baca Juga: Takaaki Nakagami Bakal Tampil sebagai Wildcard GP Jepang di Motegi

Meski menang dua gim langsung, Fajar mengungkapkan laga melawan pasangan Jepang tidak semudah yang terlihat dari skor akhir. Perubahan karakter lapangan menjadi tantangan tersendiri yang harus cepat diatasi.

"Alhamdulillah bersyukur dengan kemenangan hari ini. Kondisi lapangan satu sangat berbeda dengan lapangan dua kemarin. Arah angin di sini benar-benar kencang," kata Fajar.

Ia menjelaskan, pada gim pertama saat bermain dengan keuntungan arah angin, dirinya dan Fikri justru terlalu berhati-hati sehingga kesulitan menciptakan jarak poin.

Baca Juga: Garuda Pertiwi Kembali ke Panggung Elite ASEAN Usai Juara ASEAN Women's Cup 2026

Evaluasi itu langsung diterapkan pada gim kedua dengan mengubah pola permainan menjadi lebih sabar melalui reli-reli panjang.

Strategi tersebut terbukti efektif. Fajar/Fikri mampu mengontrol tempo pertandingan hingga menutup laga dalam dua gim dan mengamankan tiket delapan besar.

Fikri menambahkan, momentum kemenangan lahir pada fase akhir gim pertama ketika reli-reli panjang menjadi penentu. Fokus membaca arah shuttlecock dan pergerakan lawan menjadi kunci untuk merebut poin-poin krusial.

Baca Juga: DBL Indonesia All-Star 2026 Memulai Perjalanannya Berguru ke Amerika Serikat

"Di poin terakhir gim pertama saya coba fokus saja ketika rally panjang, membaca pergerakan dan arah bola sehingga bisa mengeksekusi sentuhan dengan baik," tuturnya.

Di sisi lain, perjalanan Sabar/Reza kembali terhenti saat menghadapi pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy. Mereka menyerah 18-21, 12-21 dan kembali gagal mematahkan dominasi lawannya.

Sabar menilai Lane/Vendy tampil lebih disiplin sepanjang pertandingan. Menurutnya, pasangan Inggris tersebut mampu beradaptasi lebih baik dengan kondisi lapangan yang berangin sehingga bisa mengendalikan permainan sejak awal.

Baca Juga: Undian Asian Games 2026: Timnas Voli Putra Bertemu Iran, Putri Ditantang Jepang

"Hari ini mereka jauh lebih safe mainnya, jauh lebih memegang kendali pertandingan. Mereka juga lebih cepat menurunkan bola," ujarnya.

"Dengan kondisi lapangan yang berangin, mereka bagus mengontrol laju shuttlecock saat menang angin ataupun kalah angin."

Kekalahan itu memperpanjang catatan buruk Sabar/Reza menjadi lima kali selalu kalah dari Lane/Vendy. Meski demikian, Sabar menegaskan mereka belum menyerah untuk memutus tren negatif tersebut pada pertemuan berikutnya.

Baca Juga: Sengketa Daisuke Sato Selesai, Persib Lepas dari Sanksi FIFA

Reza mengakui mereka masih kesulitan menemukan formula yang tepat untuk menghadapi pasangan Inggris tersebut.

Menurutnya, gaya bermain Lane/Vendy berbeda dari mayoritas pasangan Eropa karena lebih sabar dan minim kesalahan sendiri.

Nasib serupa dialami pasangan muda Raymond/Joaquin. Mereka harus mengakui keunggulan unggulan ketujuh asal Tiongkok, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21, 17-21.

Baca Juga: Penyerang Club Brugge Christos Tzolis Resmi Bergabung dengan Arsenal

Hasil itu membuat Raymond/Joaquin kembali tersingkir pada fase awal, sama seperti yang mereka alami di Japan Open pekan lalu. Padahal, pasangan muda tersebut sempat mencuri perhatian setelah menembus semifinal All England musim ini.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X