Harapan Gelar Indonesia di China Open 2026 Kini Bertumpu pada Fajar/Fikri

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 24 Juli 2026 | 22:23 WIB
Fajar/Fikri lolos ke semifinal China Open 2026. Mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih berpeluang meraih gelar.
Fajar/Fikri lolos ke semifinal China Open 2026. Mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih berpeluang meraih gelar.

SportlinkNews - Indonesia kini hanya menyisakan satu wakil di China Open 2026.

Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi tumpuan terakhir harapan Merah Putih untuk membawa pulang gelar setelah memastikan lolos ke babak semifinal.

Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jumat, 24 Juli, Fajar/Fikri menundukkan pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dalam dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-13

Baca Juga: SEATRC 2026 Resmi Dibuka di Gunung Gede Pangrango, Ratusan Pelari ASEAN Taklukkan Jalur Cibodas

Kemenangan tersebut terasa semakin penting setelah seluruh wakil Indonesia di sektor tunggal dan ganda putri lebih dulu tersingkir pada babak perempat final.

Dengan demikian, Fajar/Fikri menjadi satu-satunya pasangan Merah Putih terus menjaga peluang untuk membawa pulang gelar BWF World Tour Super 1000 ini.

Fajar mengakui kemenangan itu tidak diraih dengan mudah meski skor akhir terlihat cukup meyakinkan.

Baca Juga: PSIM Jogja Perkuat Lini Pertahanan dengan Dua Pemain Asing Asal Ceko dan Polandia

Menurut dia, pasangan Korea mampu memberikan perlawanan melalui pertahanan yang solid sehingga beberapa peluang serangan Indonesia gagal langsung menghasilkan poin.

"Alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan, kelancaran juga di pertandingan hari ini. Meskipun skor jauh, memang tidak mudah menghadapi lawan. Beberapa kali bola yang harusnya kami bisa mematikan, tapi mereka bisa mengembalikan," ucap Fajar.

Ia mengatakan sejak awal mereka telah menyiapkan pola permainan untuk menghadapi karakter lawan.

Baca Juga: Aroma Persaingan Asia Tenggara Warnai Pembuka Piala Presiden 2026

Selain itu, pasangan Indonesia juga mampu memanfaatkan kondisi lapangan yang dipengaruhi arah angin sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan.

"Kami sudah siap dengan strategi apa yang harus diterapkan. Kondisi lapangan yang ada kalah dan menang angin di setiap sisinya, menurut saya membuat mereka juga tidak nyaman mainnya," katanya.

Tantangan yang lebih berat sudah menanti di babak semifinal. Fajar/Fikri dijadwalkan menghadapi unggulan tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang dikenal sebagai salah satu pasangan terbaik dunia.

Baca Juga: Dukungan Imigrasi Lancarkan Kedatangan Tiga Klub Asia Tenggara di Piala Presiden 2026

Fikri menyadari duel melawan wakil tuan rumah China tidak akan mudah. Selain harus menghadapi kualitas permainan lawan, mereka juga dipastikan mendapat tekanan dari dukungan penuh penonton di arena pertandingan. 

Meski begitu, pengalaman beberapa kali bertemu membuat Fajar/Fikri telah memiliki gambaran mengenai karakter permainan lawan dan strategi yang akan diterapkan.

"Besok sudah ditunggu Liang/Wang. Melawan tuan rumah bukan hal yang mudah dan mereka pun pasangan yang sangat baik. Kami sudah sering bertemu mereka jadi sudah tahu kekurangan dan kelebihan juga menerapkan strategi apa," imbuhnya Fikri.

Baca Juga: Herdman Tetap Pilih Justin Hubner dan M. Riyandi Meski Absen TC Bali

Namun, Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik agar dapat tampil maksimal pada laga perebutan tiket final.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X