SportlinkNews - Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar BWF Super 1000 mereka pada musim ini.
Baca Juga: Indonesia Gagal Pertahankan Gelar SEA V League, Tersingkir di Semifinal Leg 2
Kemenangan atas Liang/Wang tidak diraih dengan mudah. Bermain di hadapan publik China, Fajar/Fikri harus menghadapi tekanan besar dari pasangan tuan rumah yang terus mendapat dukungan penuh sepanjang pertandingan.
Fajar mengakui atmosfer pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Namun, situasi tersebut justru memacu semangat mereka untuk terus bertarung hingga poin terakhir.
"Pertama-tama saya bersyukur dan berterima kasih atas doa serta dukungannya. Tidak mudah melawan pasangan nomor satu China di rumah mereka sendiri dengan dukungan yang luar biasa," ungkapnya.
Baca Juga: Taklukkan Arema, Persib Langsung Pimpin Klasemen Grup A Piala Presiden 2026
"Tapi itu tidak mengendurkan semangat kami untuk terus melangkah."
Pertandingan mencapai puncak ketegangan pada gim penentuan. Sempat unggul 13-8 selepas interval, Fajar/Fikri justru kehilangan momentum akibat kondisi lapangan yang dinilai kurang menguntungkan.
Menurut Fajar, arah angin membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan sehingga lawan mampu memangkas ketertinggalan dan membawa pertandingan berlangsung ketat hingga poin-poin akhir.
Baca Juga: Bambang Pamungkas Tak Mau Prediksi Skor, Fokus Doakan Garuda Menang vs Kamboja
"Setelah interval kami sempat unggul, tetapi posisi lapangan membuat kami berada di bawah tekanan. Saat kedudukan mulai mepet, kami berusaha tetap tenang dan fokus meraih poin demi poin hingga akhirnya bisa menang," katanya.
Sementara itu, Fikri menilai pasangan Liang/Wang tampil jauh lebih berbahaya dibanding saat pertemuan mereka di Singapore Open. Bermain di depan pendukung sendiri membuat wakil China menunjukkan daya juang yang lebih tinggi.
"Perbedaannya sangat terasa. Di depan publik sendiri mereka memiliki fighting spirit yang luar biasa. Saat tertinggal pun mereka terus berusaha mengejar," kata Fikri.
Baca Juga: Jelang Hadapi Indonesia di laga Grup A ASEAN Championship 2026, Pelatih Kamboja Akui Timnya Belum Solid
Fikri juga mengakui sempat melakukan beberapa kesalahan yang membuat lawan memperoleh momentum. Beruntung, Fajar/Fikri mampu tampil lebih tenang ketika pertandingan memasuki fase krusial.
"Saya sempat melakukan cukup banyak kesalahan sehingga momentum berpindah ke mereka. Alhamdulillah, pada poin-poin kritis kami bisa lebih unggul," ujarnya.
Keberhasilan melaju ke final juga menjadi pencapaian penting bagi pasangan ini. Selain kembali tampil di partai puncak China Open, mereka kini mencatatkan dua final beruntun dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga: Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Siap Digelar, Atlet 32 Negara Berburu Poin Dunia
Fajar menilai konsistensi tersebut lahir dari rasa saling percaya yang terus terbangun di dalam pasangan maupun tim pendukung.
"Kami selalu saling percaya. Saya percaya kepada Fikri, begitu juga sebaliknya. Kami juga percaya kepada seluruh tim yang selalu mendukung kami," ucapnya.
Pada final nanti, mereka kembali akan menghadapi unggulan pertama, asal Korea Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Laga ini menjadi partai ulangan final Japan Open pekan lalu.
Baca Juga: Performa Sempat Menurun, Enzo Maresca Buka Suara soal Misi Revitalisasi Phil Foden
Jika Fajar/Fikri kembali berhasil menjadi juara, gelar itu akan melengkapi performa impresif mereka yang pekan lalu lebih dulu naik podium tertinggi di Japan Open 2026 mengalahkan Kim/Seo.
Artikel Terkait
Jonatan Jaga Asa, Tantang Victor Lai di Perempat Final China Open 2026
Fokus Jadi Kunci Putri KW Lolos ke-8 Besar China Open 2026
China Open 2026: Jonatan dan Putri KW Tersingkir, Sektor Tunggal Indonesia Habis
Rachel/Febi Gagal Lanjutkan Kejutan di China Open 2026
Harapan Gelar Indonesia di China Open 2026 Kini Bertumpu pada Fajar/Fikri