bulutangkis

Bulutangkis Indonesia Nirgelar di French Open 2024, Raihan Terbaik Hanya Chico

Minggu, 10 Maret 2024 | 20:39 WIB
Chico Aura Dwi Wardoyo terhenti di semifinal French Open 2024. (pbsi)

SportlinkNews - Bulutangkis Indonesia mengalami masa paceklik. Tak ada gelar juara yang bisa dibawa pulang dari French Open 2024.

Indonesia memboyong 13 pemain ke French Open 2024 yang berakhir Minggu (10/3). Tapi, satu per satu rontok di tengah jalan. Hanya Chico Aura Dwi Wardoyo yang menjadi harapan semata wayang. Pebulutangkis tunggal putra ini menapak ke semifinal.

Chico layak mendapat kredit khusus karena menembus babak empat besar setelah menyingkirkan lawan-lawan kuat, termasuk dua unggulan, Kodai Naraoka (Jepang) dan Anders Antonsen (Denmark).

Baca Juga: Marcus Fernaldi Gideon Akhiri Karier 25 Tahun, Tak Sesali Tanpa 2 Gelar Ini

Sayangnya, langkah Chico menoreh sejarah terhenti. Dia dikalahkan Shi Yu Qi di semifinal, Sabtu (9/3). Chico menyerah dengan skor 19-21, 14-21 dalam duel yang digelar di Adidas Arena, Paris, Prancis.

"Saya senang dengan apa yang saya tampilkan sepanjang pekan ini tapi tidak dengan hasil pertandingan tadi. Ini menjadi pengalaman supaya ke depannya bisa lebih baik lagi," kata Chico.

"Pastinya masih banyak kekurangan yang saya harus perbaiki tapi saya sangat bersyukur bisa menembus babak semifinal setelah di beberapa waktu belakangan berjuang dengan cedera pinggang," papar pebulutangkis berusia 25 tahun itu.

Kegagalan Indonesia membawa pulang gelar tentu sangat mengecewakan. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabidbinpres) PBSI Ricky Soebagdja tak segan menyemburkan kritiknya kepada Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan.

"Saya sangat kecewa dengan beberapa pemain karena dengan persiapan yang baik tapi penampilannya tidak maksimal. Semestinya ini tidak terjadi," ujar Ricky Soebagdja.

Lebih lanjut mantan pemain ganda itu mengutarakan kendala yang paling kentara adalah daya juang di lapangan yang sangat kurang. "Jiwa tidak mau kalah, jatuh bangun di lapangan tidak diperlihatkan. Padahal itu yang kami harapkan karena secara persiapan sudah maksimal," tukasnya.

Lebih lanjut Ricky Soebagdja menjelaskan bahwa secara teknis wakil-wakil Indonesia tidak kalah dibanding para pesaing. Justru pada aspek tersebut terjadi peningkatan.

“Secara teknis mereka tidak kalah, apalagi saya mendapat laporan dari Pak Nanang Kusuma, sebagai performa analisis, bahwa teknis dan fisik anak-anak ada peningkatan,” Ricky Soebagdja mengungkapkan.

“Contoh dari ganda putra, Leo/Daniel dan Bagas/Fikri, kemampuannya belum keluar semua, main juga belum capek, harusnya mereka bisa memberikan performa terbaik,” tambahnya.

Dua pasangan yang dimaksud Ricky, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, adalah beberapa wakil Merah Putih yang langsung tersingkir di babak pertama.

Halaman:

Tags

Terkini