Sementara di laga lainnya Komang Ayu Cahya Dewi harus memeras keringat sebelum memastikan tiket ke-16 besar. Ia harus bermain rubber game oleh Saloni Samirbhai Mehta (Hong Kong) 21-17, 13-21 dan 21-11.
“Tadi itu pertandingan yang tidak gampang,” aku Komang Ayu Cahya Dewi.
"Adaptasi saya dengan lapangan belum terlalu baik. Kondisinya berbeda dengan saat latihan. Bisa jadi saat itu pendingin udaranya belum difungsikan,” lanjutnya.
Ditambahkannya, di game pertama lambungan bola memang lebih menekan dan bisa menguasai lapangan. Semua strateginya bisa masuk.
“Cuma di game kedua saya kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan,” aku Komang Ayu.
“Sementara lawan yang sudah sempat main kemarin di kualifikasi, adaptasinya bisa lebih baik. Saya sering terkaget-kaget. Spekulasi saya banyak salah. Saya kira ke luar, ternyata malah masuk,” imbuhnya.
Baca Juga: Tampilan Pertama Nike Sabrina 2 Mengingatkan pada Kobe 5
Menurutnya, game ketiga dirinya ubah pola mainnya dengan lebih banyak menurunkan bola dan ternyata berhasil.
“Untuk menghadapi pertandingan besok, harus ditingkatkan lagi fokusnya,” kata Komang Ayu.
”Semoga adaptasinya bisa lebih baik lagi. Lawan Sim Yu Jin asal Korea pasti tidak mudah. Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Proliga, Tim Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Bakal Siapkan Kejutan
Sayangnya sukses Gregoria dan Komang Ayu tidak diikuti Ester Nurumi Tri Wardoyo. Dia harus tergelincir di babak pertama.
Ester kalah dari Ashmita Chaliha (India) melalui rubber game 21-19, 15-21 dan 14-21.
“Sayang juga saya tidak berhasil untuk melangkah ke babak kedua,” tutur Ester kecewa.