“Secara keseluruhan, tahun ini sebenarnya tidak buruk untuk saya. Namun, naik-turunnya performa saya pasti terasa oleh semua orang,” ungkap Gregoria melalui rilis resmi PBSI.
Baca Juga: Mengenal Aturan Penting dalam Piala Bola Pantai Indonesia 2024
Ia juga menyadari bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diatasi.
“Di satu pekan saya bisa bermain sangat baik, tetapi pekan berikutnya belum tentu performa saya sama bagusnya."
"Ini hal yang harus saya lewati dan pelajari ke depannya,” lanjutnya.
Baca Juga: Marco Baroni: Lazio Agresif dan Berambisi saat Melawan Ajax
Gregoria mengaku cukup kecewa dengan penampilannya di turnamen penutup musim ini.
Namun, ia memilih untuk melihat hal ini sebagai pembelajaran penting untuk musim-musim mendatang.
“Saya sebenarnya berharap lebih dari hasil ini. Meski begitu, ini menjadi catatan penting untuk saya agar terus belajar dan memperbaiki diri,” tambahnya.
Baca Juga: Bali Gelar Sepak Bola Pantai
Meski gagal mencapai target di BWF World Tour Finals 2024, Gregoria tetap optimistis melihat perkembangan tunggal putri Indonesia secara keseluruhan.
Ia merasa bangga dengan pencapaian sektor ini yang kini mulai menunjukkan hasil positif di berbagai level turnamen.
“Saya ingin memberikan kredit kepada sektor tunggal putri yang tahun ini tampil sangat baik."
Baca Juga: Klasemen Liga Europa: Lazio Masih Memimpin, Roma Bangkit
"Dari turnamen level International Challenge hingga level atas, kami mulai rutin mencatatkan hasil di semifinal atau final,” kata Gregoria.