SportlinkNews - Pebola voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung, memulai pertandingan final Liga Voli Korea 2024-2025 dengan gemilang.
Dalam laga perdana melawan Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Samsan World Gymnasium, Senin (31/3/2025), ia mencetak 16 poin, menjadi pencetak angka tertinggi dalam tim.
Poin yang dikumpulkan Kim berasal dari berbagai aspek, termasuk serangan, blok, dan servis.
Baca Juga: Pep Guardiola dan Empat Pemain Manchester City yang Haus Gol di Liga Primer
Performa impresifnya ini menjadi awal yang baik dalam perjalanannya di musim terakhir sebelum resmi pensiun dari dunia voli profesional.
Pada pertandingan yang menggunakan sistem best-of-five, Pink Spiders berhasil mengamankan kemenangan 3-0.
Selain Kim, dua rekan setimnya, Tutku Burcu Yuzgenc dan Jeong Yun-ju, turut menyumbang poin penting dengan masing-masing mencetak 14 dan 13 angka.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Kuasai Portimao, Tundukkan Dominasi Nicolo Bulega di WorldSBK Portugal
Meskipun persentase serangan Kim sebesar 23,71 persen lebih rendah dibandingkan Tutku (31,96 persen) dan Jeong Yun-ju (29,9 persen), rasio keberhasilan serangan dan efisiensinya tetap tinggi, mencapai 60,87 persen dan 52,17 persen.
Sebagai tim yang berhasil menempati peringkat pertama di musim reguler, Pink Spiders diunggulkan untuk meraih gelar juara.
Namun, mereka tetap harus memenangkan tiga pertandingan terlebih dahulu untuk memastikan trofi juara.
Baca Juga: Pelatih Persib Bojan Hodak Kirim Ucapan Selamat Idul Fitri Kepada Pemain dan Bobotoh
Kim Yeon-koung sebelumnya telah mengumumkan keputusan pensiunnya usai pertandingan melawan GS Caltex pada Februari lalu.
Dengan demikian, final musim ini menjadi kesempatan terakhirnya berlaga di kompetisi profesional.
Artikel Terkait
Pakar Belanda: Sepak Bola Indonesia Tidak Ada Apa-apanya!
Mobil Mewah Erling Haaland Diambil Petugas Manchester City di Bandara
Tiga Hari Dibebaskan dari Tuduhan Pemerkosaan, istri Dani Alves Umumkan Kehamilan
Transfer Cristiano Ronaldo ke Inter untuk Piala Dunia Antarklub Dianggap Tak Masuk Akal
Ancelotti Berubah Pikiran soal Melatih di Madrid, Brasil Jadi Tantangan