SportlinkNews - SV Werder Bremen kembali menjalin kolaborasi dengan merek apparel asal Denmark, hummel, untuk memperkenalkan jersey ketiga mereka di musim 2025-2026.
Koleksi ini tidak sekadar menjadi seragam tanding, melainkan sebuah penghormatan atas momen bersejarah yang melekat dalam perjalanan klub dan masyarakat kota Bremen—tepat 60 tahun sejak gelar Bundesliga pertama mereka diraih pada tahun 1965.
Mengusung nuansa hijau tua yang mencolok, jersey terbaru ini langsung menarik perhatian.
Baca Juga: Duel Manchester United vs Tottenham Hotspur, Ruben Amorim: Pertandingan Ini akan Sedikit Emosional
Namun, yang membuatnya istimewa adalah detail warna tembaga yang menyiratkan makna lebih dalam—warisan, kemenangan, dan kebanggaan yang bertahan seiring waktu.
Pilihan elemen metalik ini menjadikan desain lebih elegan tanpa berlebihan, mencerminkan karakter Werder Bremen yang lekat dengan nilai-nilai tradisi.
Pada bagian kerah, terdapat penghormatan tersembunyi terhadap kesuksesan Werder pada musim 1964/65—momen yang menjadi titik balik penting dalam sejarah klub.
Baca Juga: Hasil Drawing ASEAN Cup U-19 Women 2025: Indonesia Lawan Thailand dan Malaysia
Efek gradasi yang membentang di bagian depan memberikan sentuhan modern, sementara nomor punggung bernuansa retro mengembalikan ingatan pada era keemasan klub.
Direktur Pemasaran hummel, Morten Lund, menjelaskan bahwa setiap jersey memiliki cerita, dan kisah gelar Bundesliga pertama Werder Bremen merupakan salah satu yang paling kuat.
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan hanya membentuk identitas klub, tapi juga menyatukan komunitas Bremen.
Baca Juga: Perjalanan Panjang Manchester United dan Tottenham Hotspur di Liga Europa, Siapa yang akan Menang?
"Bekerja sama dengan Werder, kami bangga menghadirkan desain yang menghormati sejarah, memberi inspirasi untuk masa depan, dan merayakan kebanggaan abadi keluarga besar Werder," ujarnya.
Peluncuran jersey ini semakin bermakna dengan kehadiran dua legenda klub, Günter Bernard dan Hans Schulz, yang merupakan bagian dari skuad juara 1965.
Artikel Terkait
Xavi Hernandez Ungkap Mengapa Masa Kepelatihan Barcelona Berakhir Buruk
Inter dan PSG Dominasi Tim Terbaik UEFA Minggu Ini, tapi Tidak Ada Donnarumma
Paus Baru Sebut Chiesa 7 Kali, Penggemar Liverpool Bereaksi Tak Terduga
Simak Pernyataan Pelatih Jepang, Timnas Indonesia Berpeluang Lolos Ke Piala Dunia
Dikritik Pakai Celana Lari Run Burn, Holly Archer Balas Komentar Negatif