“Dengan likuiditas yang telah kami tunjukkan dan keberhasilan lolos ke kompetisi Eropa dalam dua musim beruntun, kami benar-benar tidak memahami bagaimana satu keputusan administratif bisa menjatuhkan klub besar seperti Olympique Lyonnais,” bunyi pernyataan resmi klub.
Baca Juga: Monterrey Bungkam Urawa 4-0, Temani Inter ke 16 Besar Piala Dunia Antarklub
Dalam proses pembelaannya, Lyon juga menyinggung kaitan penjualan saham Crystal Palace, klub Premier League yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Textor.
Sebelumnya, kepemilikan ganda ini sempat mengancam keikutsertaan Crystal Palace di Liga Europa karena aturan UEFA terkait multi-club ownership.
Textor diketahui telah menerima tawaran £190 juta dari pemilik New York Jets, Woody Johnson, untuk melepas sahamnya di Palace.
Baca Juga: Gol Perdana Esposito Warnai Kemenangan Inter atas River, Tantang Fluminense di Fase Gugur
Namun karena proses penjualan ini belum mendapat persetujuan dari Premier League, Lyon belum bisa menjadikannya bukti konkret di hadapan DNCG.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada Lyon, tetapi juga menyeret nasib Crystal Palace yang kini tengah menunggu keputusan UEFA soal status keikutsertaannya di Liga Europa musim depan.
Artikel Terkait
Seleksi Timnas Indonesia U17 Gelombang Kedua: Ini Daftar 34 Pemain Muda yang Dipanggil
Dortmund dan Fluminense Lengkapi 12 Tim di 16 Besar, Svensson: Kami Semakin Percaya Diri
Sarri Frustrasi dengan Kurangnya Kejelasan Transfer Lazio
Timnas Putri Siapkan Skuad Campuran Hadapi Ketatnya Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026
Flagg ke Dallas, Harper ke Spurs: Dua Bintang Muda Siap Warnai Persaingan Wilayah Barat NBA 2026