Banyak pihak sebelumnya mengira bahwa tamparan yang diberikan Shin Tae-yong sekadar bentuk keakraban antara pelatih dengan pemain, namun Jung memandang tindakan itu sudah melewati batas.
Baca Juga: Marcos Sugiyama Lakukan Perombakan Besar di Timnas Voli Putri Jelang SEA Games 2025
Pemain berusia 31 tahun tersebut bahkan mengungkap keluarganya sempat terpukul setelah melihat video penamparan itu.
Ia menegaskan bahwa apa pun alasannya, tindakan fisik tetaplah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Saya mendengar tim kapten, Lee Chung-yong dan klub akan merilis pernyataan,” ucap Jung.
Baca Juga: Rekor 11 Kemenangan Borneo FC Terputus, Persija dan Persib Mendekat
“Saya tidak tahu persis bagaimana video itu beredar, tetapi banyak orang khawatir, dan orang tua saya kesal. Ketika saya mengalaminya, saya merasa sangat bersalah.”
Ia menambahkan bahwa kejadian serupa tidak jarang terjadi pada masa itu.
“Sebenarnya ada banyak situasi yang serupa, hal itu sudah tidak patut dilakukan di masa sekarang."
Baca Juga: Cyrus Margono Resmi Tinggalkan KF Dukagjini, Terbuka Peluang Gabung Klub Indonesia
"Pelecehan seksual atau fisik tetaplah pelecehan jika korban melihatnya demikian."
"Saya yakin banyak pemain merasakan hal yang sama, memang benar ada banyak masalah.”
Jung menegaskan kembali, “Saya yakin Lee Chung-yong, tim kapten, dan klub akan merilis pernyataan yang jelas, apa yang salah ya salah.”
Baca Juga: Nama Van Bronckhorst Muncul sebagai Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Ini Respons dari Belanda
Sebagai catatan, Shin Tae-yong pernah memimpin Ulsan HD dari Agustus 2025 hingga Oktober 2025.
Artikel Terkait
Drama Manahan Bikin Persis Solo Semakin Terpuruk di Super League 2025/26
Ditahan Imbang Arema FC 1-1 Kini Malut United Fokus Hadapi Persib
Kapolri dan PWI Pusat Jalan Santai Jelang HPN 2026 di Banten
Indonesia Sabet Gelar Juara Umum Asean School Games 2025 Singkirkan Thailand
Hasil Super League: Bali United Jegal Borneo FC, Tandukan Kadek Agung Putus Rantai Kemenangan Pesut Etam