SportlinkNews - Jepang datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri yang lebih besar dari sebelumnya.
Menjelang laga pembuka Grup F melawan Belanda yang akan berlangsung Senin dini hari WIB, 15 Juni 2026, Samurai Biru menegaskan bahwa mereka tidak lagi sekadar menjadi peserta, melainkan penantang serius bagi tim-tim terbaik dunia.
Pelatih kepala Jepang, Hajime Moriyasu, bahkan memasang target yang sangat ambisius. Ia menyatakan bahwa tujuan timnya pada turnamen kali ini adalah menjuarai Piala Dunia.
Baca Juga: Skotlandia Buka Jalan Eropa, Jerman dan Belanda Hadapi Tekanan di Piala Dunia 2026
Pernyataan tersebut menjadi perubahan besar dibandingkan target pada edisi sebelumnya.
Meski Jepang belum pernah melampaui babak 16 besar sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Moriyasu memilih untuk menghapus batasan-batasan psikologis yang selama ini dianggap membatasi perkembangan tim.
Pengamat sepak bola Jepang, Sean Carroll, menilai pendekatan tersebut bukan sekadar pernyataan optimistis, melainkan bagian dari strategi membangun mental juara di dalam skuad.
Baca Juga: Ziarah Emosional di Piala Dunia 2026, Skuad Portugal Kenakan Gelang Khusus Diogo Jota
"Pada Piala Dunia terakhir, mereka mengatakan ingin mencapai perempat final, dan saya rasa hal itu membuat target tersebut terasa seperti tembok yang terlalu tinggi bagi mereka," kata Carroll dikutip dari BBC Radio 5 Live.
"Sekarang setelah dia mengatakan, ‘lupakan itu, kami ingin melaju dan memenangkannya’, saya rasa hal itu telah menghilangkan batasan-batasan tersebut bagi mereka," lanjutnya.
Kepercayaan diri Jepang bukan tanpa alasan. Pada Piala Dunia sebelumnya, mereka sukses mencatatkan dua kemenangan mengejutkan atas Jerman dan Spanyol di fase grup.
Baca Juga: Indonesia Tundukkan Australia, Akhiri AVC Women’s Nations Cup 2026 di Peringkat Kelima
Perjalanan impresif tersebut baru terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Kroasia.
Menjelang Piala Dunia 2026, performa Jepang juga menunjukkan tren positif.
Samurai Biru mencatat kemenangan dalam laga uji coba tandang melawan Skotlandia dan Inggris pada Maret lalu, hasil yang semakin memperkuat keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan kekuatan elite dunia.
Baca Juga: Tornado Terjang Kansas City, Skuad Timnas Inggris Dievakuasi ke Ruang Pelindung
Menurut Carroll, pengalaman para pemain Jepang yang kini banyak berkarier di kompetisi Eropa menjadi salah satu faktor penting di balik peningkatan kualitas tim.
"Para pemain Jepang saat ini sebagian besar bermain di Eropa. Mereka sudah terbiasa dengan level tersebut dan tidak takut," imbuhnya.
Laga melawan Belanda akan menjadi ujian pertama sekaligus kesempatan bagi Jepang untuk menunjukkan bahwa ambisi mereka bukan sekadar slogan.
Baca Juga: China Kuasai Australia Open 2026 Lewat Tiga Gelar Juara
Belanda tetap menjadi salah satu kandidat kuat di Grup F, tetapi Jepang memiliki modal pengalaman dan kepercayaan diri yang cukup untuk memberikan perlawanan.
Setelah menghadapi Belanda, Jepang masih harus menjalani dua pertandingan fase grup lainnya melawan Tunisia pada 21 Juni dan Swedia pada 26 Juni.
Hasil laga pembuka kontra Belanda diperkirakan akan menjadi penentu penting dalam persaingan Grup F sekaligus mengukur seberapa jauh Jepang mampu mewujudkan target besar yang telah mereka canangkan di Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Jepang Ingin Juara Piala Dunia: Hanya Janji Kosong, atau Akan Membawa Kejayaan bagi Asia?
Suporter Edan! Gowes Sepeda 25.000 Km Demi Mendukung Jerman di Piala Dunia 2026
FIFA Jamin Bayar Penuh Honorarium Wasit Somalia meski Gagal Tugas di Piala Dunia 2026
Ziarah Emosional di Piala Dunia 2026, Skuad Portugal Kenakan Gelang Khusus Diogo Jota
Skotlandia Buka Jalan Eropa, Jerman dan Belanda Hadapi Tekanan di Piala Dunia 2026