Jerman, meski semua pemainnya lahir dan besar di Jerman, tapi jelas secara fisik berbeda. Kedelapannya orang tuanya bukan dari benua Eropa. Hebatnya, 2 dari 8, mampu mencetak gol saat Jerman menang telak atas Curacao.
Felix Nmecha dan Deniz Undav, keduanya sama dengan 6 pemain lain: Jamal Musiala, Jonathan Tah, Leroy Sane, Malic Thiaw, Nadiem Namiri, dan Antonio Rudger, semua berkulit gelap dan berambut kriting.
Baca Juga: Dukung Belanda, Marc Klok Siap Bertolak ke Piala Dunia 2026
Artinya, mereka bukan asli Jerman dan tidak bermaksud rasis, kulit mereka hitam serta rambut kriting kecil-kecil persis seperti orang-orang Afrika.
Swedia lebih hebat lagi. Dari 7 pemainnya, 3 di antaranya: Yasin Ayari (paduan Tumisia-Maroko), Alexander Isak (asli Eriteria), Taha Ali (Somalia), murni naturalisasi.
Isak Hien, Ken Sema (Kongo), Anthony Elangga (Kamerun), dan Jordan Larsson (Tanjung Verde), lahir di Swedia, tetapi mereka bukan orang Eropa.
Baca Juga: Spanyol Mati Kutu Hadapi Debutan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Dari sana, saya melihat apa yang dilakukan PSSI sudah benar. Kalau Jrrman dan Swedia saja sudah menganggap naturalisasi adalah kebutuhan, mengapa kita tidak?
Prinsip dasarnya, sekali lagi, kita bebas berbeda pendapat, pemain dari mana pun, ada atau tidaknya darah Indonesia yang mengaliri sang pemain, jika mereka bisa membawa nama Indonesia terbang ke langit, mengapa harus dihalangi?
Bahwa pembinaan tetap wajib dijalankan, itu saya setuju. Prestasi dalam dunia apa pun, terutama sepak bola, mutlak harus melalui proses. Proses itu tak mungkin bisa ditawar-tawar.
Baca Juga: Nyaris Dipermalukan Mesir, Belgia Bermain Imbang 1-1 di Grup G Piala Dunia 2026
Yang tidak boleh, meski timnas sudah tetisi dengan mayoritas anak-anak keturunan, PSSI wajib memiliki basis pembinaan sejak usia dini. PSSI wajib meningkatkan kualitas pelatih. Memperbaiki sistem pembinaan dan sebagainya.
Intinya, PSSI di bawah Erick Thohir dan sampai kapan pun tidak boleh berpangku tangan. Terus dan terus memperbaiki diri dan meningkatkan niat untuk mencapai Piala Dunia ke depan.
Maju terus PSSI...
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Grup D Piala Dunia 2026: Australia Siap Kejutkan Panggung Sepak Bola Dunia
Ribuan Warga Amerika Keturunan Iran Unjuk Rasa di Luar Stadion SoFi
Persis Solo Tunjuk Ricky Nelson Jadi Pelatih Kepala untuk Arungi Liga Championship 2026/27
Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026: Argentina dan Prancis Main Besok
Menjelang Usia Satu Abad, Persebaya dan AZA Berkolaborasi Meluncurkan Jersey Edisi Spesial