Piala Dunia 2026: Nah, Lihat Tuh Jerman dan 39 Peserta Lainnya...

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 16 Juni 2026 | 18:28 WIB
Timnas Jerman memiliki pemain naturalisasi 8 orang di Piala Dunia 2026.
Timnas Jerman memiliki pemain naturalisasi 8 orang di Piala Dunia 2026.

Jerman, meski semua pemainnya lahir dan besar di Jerman, tapi jelas secara fisik berbeda. Kedelapannya orang tuanya bukan dari benua Eropa. Hebatnya, 2 dari 8, mampu mencetak gol saat Jerman menang telak atas Curacao.

Felix Nmecha dan Deniz Undav, keduanya sama dengan 6 pemain lain: Jamal Musiala, Jonathan Tah, Leroy Sane, Malic Thiaw, Nadiem Namiri, dan Antonio Rudger, semua berkulit gelap dan berambut kriting.

Baca Juga: Dukung Belanda, Marc Klok Siap Bertolak ke Piala Dunia 2026

Artinya, mereka bukan asli Jerman dan tidak bermaksud rasis, kulit mereka hitam serta rambut kriting kecil-kecil persis seperti orang-orang Afrika.

Swedia lebih hebat lagi. Dari 7 pemainnya, 3 di antaranya: Yasin Ayari (paduan Tumisia-Maroko), Alexander Isak (asli Eriteria), Taha Ali (Somalia), murni naturalisasi.

Isak Hien, Ken Sema (Kongo), Anthony Elangga (Kamerun), dan Jordan Larsson (Tanjung Verde), lahir di Swedia, tetapi mereka bukan orang Eropa.

Baca Juga: Spanyol Mati Kutu Hadapi Debutan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Dari sana, saya melihat apa yang dilakukan PSSI sudah benar. Kalau Jrrman dan Swedia saja sudah menganggap naturalisasi adalah kebutuhan, mengapa kita tidak?

Prinsip dasarnya, sekali lagi, kita bebas berbeda pendapat, pemain dari mana pun, ada atau tidaknya darah Indonesia yang mengaliri sang pemain, jika mereka bisa membawa nama Indonesia terbang ke langit, mengapa harus dihalangi?

Bahwa pembinaan tetap wajib dijalankan, itu saya setuju. Prestasi dalam dunia apa pun, terutama sepak bola, mutlak harus melalui proses. Proses itu tak mungkin bisa ditawar-tawar.

Baca Juga: Nyaris Dipermalukan Mesir, Belgia Bermain Imbang 1-1 di Grup G Piala Dunia 2026

Yang tidak boleh, meski timnas sudah tetisi dengan mayoritas anak-anak keturunan, PSSI wajib memiliki basis pembinaan sejak usia dini. PSSI wajib meningkatkan kualitas pelatih. Memperbaiki sistem pembinaan dan sebagainya.

Intinya, PSSI di bawah Erick Thohir dan sampai kapan pun tidak boleh berpangku tangan. Terus dan terus memperbaiki diri dan meningkatkan niat untuk mencapai Piala Dunia ke depan.

Maju terus PSSI...

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belgia 1 Mesir 1: Dampak 22 Detik Romelu Lukaku

Selasa, 16 Juni 2026 | 10:12 WIB
X