FIFA Pasang Badan Bela Gianni Infantino, Sebut Ada Upaya Terkoordinasi untuk Menjatuhkannya

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 06:36 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino.
Presiden FIFA Gianni Infantino.

SportlinkNews - FIFA dan Gianni Infantino tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah.

Di tengah penolakan terhadap sejumlah rencana komersial dan ancaman boikot dari sebagian anggota UEFA, badan sepak bola dunia itu kini harus menghadapi kembali sorotan terkait kehidupan pribadi presidennya.

FIFA merespons keras pemberitaan tentang dugaan hubungan Gianni Infantino dengan mantan karyawan UEFA saat masih menjabat sebagai sekretaris jenderal federasi sepak bola Eropa tersebut.

Baca Juga: Ditekuk Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia Dituntut Bangkit Lawan Filipina

Sorotan mencuat setelah UEFA pada Jumat mengonfirmasi adanya pembayaran pesangon kepada seorang karyawan perempuan yang disebut-sebut pernah menjalin hubungan dengan Infantino.

UEFA juga membenarkan bahwa lembaga tersebut membiayai kursus MBA bagi perempuan tersebut.

Laporan Daily Telegraph menyebut nilai pembayaran pesangon itu mencapai enam digit. Meski demikian, UEFA menegaskan bahwa pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan dan regulasi yang berlaku pada saat itu.

Baca Juga: Pramusim: Kalah 0-3 dari Chelsea, Amorim Kantongi Pekerjaan Rumah Besar AC Milan

FIFA kemudian menyampaikan bantahan terhadap tudingan yang diarahkan kepada Infantino. Menurut badan sepak bola dunia tersebut, presiden FIFA itu dengan tegas menolak seluruh tuduhan yang beredar.

"Infantino dengan tegas membantah tuduhan-tuduhan ini, dan tuduhan tersebut sama sekali tidak benar," ujar juru bicara FIFA kepada Daily Telegraph.

Namun, persoalan tersebut tidak berhenti pada bantahan. FIFA justru melancarkan serangan balik dengan menilai terdapat pola upaya yang terorganisasi untuk menggoyang posisi Infantino.

Baca Juga: Pramusim: Bukan Sekadar Menang, Ini Misi Xabi Alonso di Balik Kemenangan Chelsea atas Milan

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, FIFA menyebut sejumlah informasi yang beredar sebagai klaim tidak berdasar dan sebagian lainnya telah terbukti keliru.

FIFA menilai pemberitaan tersebut berpotensi digunakan untuk melemahkan legitimasi Infantino sebagai presiden.

"Semakin jelas bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari pihak-pihak tertentu untuk melemahkan FIFA dan presidennya," tulis FIFA.

Baca Juga: Pavithran Bawa Malaysia ke Semifinal ASEAN Championship 2026, Harimau Malaya Tantang Vietnam

FIFA juga menyinggung proses demokratis yang berlaku dalam organisasi tersebut.

Menurut mereka, pihak yang tidak memperoleh dukungan mayoritas asosiasi anggota seharusnya tidak mencari jalan lain untuk menggagalkan kepemimpinan yang telah dipilih melalui mekanisme resmi.

Pernyataan keras itu muncul ketika posisi Infantino memang tengah menjadi sorotan akibat kontroversi lain yang jauh lebih besar, yakni rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Baca Juga: Sempurna di Grup B, Thailand Hantam Myanmar 2-0 dan Melaju ke Semifinal ASEAN Championship

Rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi di tiga benua.

UEFA bahkan menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik gagasan Infantino untuk mengelola keuntungan komersial Piala Dunia melalui entitas tersebut.

Infantino sebelumnya telah meminta maaf atas kegagalan rencana tersebut. Namun, UEFA belum mencabut sikap kerasnya.

Baca Juga: Herdman Belum Kunci Kiper Ketiga Timnas Indonesia, Nadeo dan Cahya Masih Bersaing

Bahkan, 55 asosiasi anggota UEFA masih membuka kemungkinan melakukan boikot terhadap kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

Situasi tersebut membuat hubungan Infantino dengan sejumlah pemangku kepentingan sepak bola dunia semakin memanas.

Padahal, UEFA bukanlah pihak asing bagi Infantino. Sebelum terpilih sebagai presiden FIFA, pria asal Swiss tersebut menghabiskan 16 tahun di UEFA dan dipercaya sebagai sekretaris jenderal pada periode 2009-2016.

Baca Juga: Gagal ke Semifinal, John Herdman Ungkap Pekerjaan Rumah Timnas Indonesia

Di tengah tekanan dari Eropa, Infantino masih memperoleh dukungan kuat dari sejumlah konfederasi lainnya.

CONMEBOL, federasi sepak bola Amerika Selatan, pada Kamis menyatakan tidak akan mendukung upaya untuk mempercepat proses penggantian Infantino.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: ESPN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diego Forlan Resmi Jadi Pelatih Uruguay

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Messi Langsung Moncer Bantu Comeback Inter Miami

Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Trabzonspor Ikat Mohamed Salah Selama Dua Musim

Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:07 WIB
X