SportlinkNews - Di tengah sorotan yang tertuju pada duel hidup mati Singapura melawan Indonesia di Grup A ASEAN Championship 2026, satu nama kembali mencuri perhatian.
Bukan hanya karena dua gol yang telah dicetaknya di turnamen ini, tetapi juga karena darah sepak bola yang mengalir dalam dirinya.
Ilhan Fandi kini menjadi tumpuan baru The Lions, meneruskan warisan sang ayah, legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad.
Baca Juga: MotoGP Inggris: Marco Bezzecchi Akui Dirinya Belum 100 Persen Pulih dari Cedera
Penyerang berusia 23 tahun itu menjadi salah satu alasan mengapa Singapura berada di ambang semifinal. Hasil imbang saat menjamu Indonesia di Stadion Jalan Besar, Jumat, sudah cukup mengantar The Lions lolos ke babak gugur.
Meski tumbuh sebagai putra salah satu ikon terbesar sepak bola Singapura, Ilhan mengaku tak pernah mendapat tekanan untuk mengikuti jejak ayahnya.
Justru, Fandi Ahmad membiarkan seluruh anak-anaknya menemukan kecintaan terhadap sepak bola secara alami.
Baca Juga: Kesesuaian Taktik Jadi Alasan Utama Victor Munoz Mantap Pilih Liverpool
"Di rumah, ayah tidak terlalu banyak berbicara tentang sepak bola. Dia hanya ingin kami menikmati permainan ini," ujar Ilhan.
Menurut pemain yang baru bergabung dengan Lion City Sailors itu, sang ayah lebih sering menanamkan nilai-nilai kehidupan dibanding membahas teknik bermain.
Ada empat prinsip yang selalu ditekankan Fandi kepada anak-anaknya, yakni disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan.
Baca Juga: Catat Nih, Jadwal Pertandingan Final dan Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026
"Empat nilai itu kami pegang setiap hari. Bukan hanya penting dalam sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan. Nilai-nilai itulah yang membentuk saya menjadi pribadi dan pemain seperti sekarang," tukasnya.
Nama keluarga Fandi memang identik dengan sepak bola Singapura. Selain Ilhan, tiga saudaranya, Ikhsan, Irfan, dan Iryan, juga berkarier sebagai pesepak bola profesional. Bahkan Irfan saat ini menjadi bagian dari skuad nasional Singapura.
Kini giliran Ilhan yang mulai menorehkan kisahnya sendiri. Penampilannya di ASEAN Championship 2026 menjadi bukti bahwa ia tak sekadar hidup di bawah bayang-bayang sang ayah.
Baca Juga: Persik Boyong Sergio Castel Pertajam Lini Serang Skuat Macan Putih
Meski mendapat banyak pujian, Ilhan memilih merendah. Ia menegaskan gol indah itu tak akan tercipta tanpa kontribusi rekan-rekan setimnya.
"Itu gol yang luar biasa, tetapi saya tidak akan bisa melakukannya tanpa bantuan seluruh tim," ucapnya.
Performa impresif tersebut membuat perbandingan dengan Fandi Ahmad semakin sulit dihindari.
Baca Juga: Tak Cemas AC Milan Finis Kelima, Luka Modric Mantap Bertahan
Sang ayah merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Singapura dengan koleksi 55 gol internasional dan pernah mengukir sejarah bersama klub Belanda, Groningen, termasuk mencetak gol ke gawang Inter Milan di ajang Piala UEFA 1983.
Bagi Ilhan, pencapaian ayahnya akan selalu menjadi inspirasi.
"Semua orang tahu gol ayah ke gawang Inter Milan. Apa yang telah dia lakukan untuk sepak bola Singapura, keluarga kami, dan negara ini sungguh luar biasa. Dia adalah legenda dan panutan saya," katanya.
Baca Juga: Bhayangkara FC Terus Asah Kekuatan, Tekuk Semen Padang FC di laga Uji Coba
Kini, dengan tiket semifinal hanya berjarak satu poin, Ilhan kembali menjadi salah satu senjata utama Singapura saat menghadapi Timnas Indonesia.
Garuda pun harus mewaspadai naluri gol penyerang muda yang tengah menikmati salah satu periode terbaik dalam kariernya.
Artikel Terkait
Rizky Ridho Akui Kesalahan, Bidik Kebangkitan Timnas Kontra Singapura
Faktor Bugar dan Laga Kandang Jadi Modal Utama Singapura Tekan Timnas Indonesia
Jelang Lawan Singapura, John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Main Menyerang
Marc Klok: Timnas Indonesia Siap Bangkit dan Taklukkan Singapura
Herdman Benahi Transisi Pertahanan Timnas Jelang Laga Hidup Mati Kontra Singapura