Menurutnya, kegagalan yang dialami China bukan hanya soal taktik dan strategi, melainkan juga minimnya pemahaman terhadap konteks budaya dan karakter masyarakat sepak bolanya.
Baca Juga: LaLiga dan ATP Luncurkan Program MBA untuk Para Atlet Elit
“Selama ini CFA selalu mencoba merekrut pelatih asing yang terkenal, tetapi semuanya gagal."
"Tidak cukup hanya membawa sistem yang canggih."
"Kita harus benar-benar memahami karakter China sebagai negara dan masyarakatnya,” ujar Shin.
Baca Juga: PBSI Evaluasi Setengah Musim: Pola Latihan dan Pola Komunikasi Atlet Elite Belum Efektif
Namun, meski menyatakan kesiapannya, peluang Shin untuk benar-benar dipercaya menangani timnas Negeri Tirai Bambu diperkirakan kecil.
Media asal Korea Selatan, Starnewskorea, melaporkan bahwa publik China menunjukkan sikap skeptis terhadap pelatih asal Korea Selatan.
Salah satu media besar di China, Sina Sports, bahkan mengungkapkan bahwa opini publik di sana cukup menentang pelatih asal Korea.
Baca Juga: Liga Indonesia All Star Umumkan 55 Calon Pemain untuk Piala Presiden 2025
Disebutkan bahwa pelatih asal Korea kerap dinilai memiliki kecenderungan egoisme kelompok, yang dianggap kurang cocok untuk situasi timnas China saat ini.
Opini semacam ini menjadi salah satu faktor yang diyakini bakal menyulitkan jalan Shin Tae-yong menuju kursi pelatih utama timnas China, meskipun secara pengalaman dan reputasi ia memiliki bekal yang cukup mentereng di level Asia.