Sebagian saham platform streaming olahraga DAZN, yang mengantongi hak siar Piala Dunia Klub 2025 senilai 1 miliar dolar AS, juga dimiliki oleh anak usaha PIF.
Baca Juga: Debutan Tercantik Wimbledon Carson Branstine Dicap Alien karena Memiliki Fitur Maskulin
Ditambah dengan masifnya promosi merek-merek Arab Saudi seperti Aramco dan Visit Saudi di ajang global, dominasi ini menjadi semakin nyata.
Dugaan keberpihakan FIFA semakin diperkuat ketika babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia diputuskan digelar di Arab Saudi dan Qatar tanpa proses bidding terbuka.
Empat negara lainnya — Indonesia, Irak, Oman, dan UEA — mengecam keputusan sepihak ini karena dianggap menguntungkan dua negara yang sudah berada di Pot 1 unggulan.
Baca Juga: Air Jordan 5 Michael Jordan Kembali dengan Warna White Metallic Setelah 11 Tahun
Upaya mengusulkan lokasi netral juga diabaikan, yang semakin memperkuat asumsi bahwa FIFA tidak lagi adil dan terbuka.
Skenario yang terlalu “rapi” untuk meloloskan Arab Saudi dan Qatar ke putaran final Piala Dunia pun mencuat.
Jika hasil undian kembali mempertemukan Indonesia dengan Arab Saudi, seperti pada putaran sebelumnya, maka skuad Garuda yang kini lebih matang bisa kembali menjadi pengganggu besar.
Baca Juga: Barcelona Tegas, Coret Pemain Bintang dari Tugas Pramusim Saat Pintu Keluar Mendekat
Dua pertemuan terakhir menghasilkan hasil imbang 1-1 di Jeddah dan kemenangan Indonesia 2-0 di Jakarta.
Namun, dengan seluruh laga babak keempat nanti digelar di Arab Saudi dan Qatar, tantangan yang dihadapi Indonesia tentu akan jauh lebih berat.
Blatter juga menyoroti gaya kepemimpinan Infantino yang menurutnya jauh dari ideal.
Baca Juga: Final Piala Dunia Antarklub: Enrique Ungkap Kunci Sukses PSG
Ia menyindir bahwa kini “semuanya dilakukan secara elektronik” dan tidak ada lagi perdebatan sehat dalam tubuh FIFA.