SportlinkNews - Manchester City harus menelan pil pahit setelah dipastikan tersingkir dari Liga Champions 2025/26. Menjamu Real Madrid pada laga leg kedua 16 besar di Stadion Etihad, Rabu (18/3) dini hari WIB, The Citizens menyerah dengan skor tipis 1-2.
Hasil negatif di kandang sendiri ini membuat langkah Manchester City terhenti dengan agregat gol yang cukup mencolok, yakni 1-5. Kekalahan ini menyusul hasil buruk pada pertemuan pertama dengan menyerah 0-3 di markas Real Madrid.
Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan demi mengejar defisit gol. Namun, petaka datang bagi Manchester City pada menit ke-20 ketika wasit mengusir Bernardo Silva dari lapangan. Gelandang asal Portugal tersebut menerima kartu merah langsung setelah dianggap melakukan pelanggaran handball yang fatal di area terlarang.
Baca Juga: Hasil Lengkap Liga Champions 2025/26 Leg Kedua Hari Pertama, Sporting CP Libas Bodo/Glimt
Insiden kartu merah tersebut sekaligus memberikan hadiah penalti bagi tim tamu yang dieksekusi dengan sempurna oleh Vinicius Junior. Gol penalti dari bintang asal Brasil tersebut membuat agregat berubah menjadi 4-0 untuk keunggulan Madrid. Bermain dengan 10 orang sejak awal babak pertama jelas menghancurkan seluruh skenario comeback yang telah disusun matang oleh City.
Meskipun kalah jumlah pemain, Manchester City tidak menyerah begitu saja dan terus memberikan perlawanan yang gigih. Harapan sempat muncul saat Erling Haaland berhasil mencetak gol balasan yang memperkecil kedudukan. Namun, Real Madrid kembali menghukum pertahanan City lewat gol tambahan di masa injury time yang sekaligus memantapkan kemenangan mereka di Manchester.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyebutkan anak asuhnya sudah mengerahkan segala kemampuan terbaik mereka di lapangan. Ia pun merasa sangat menyesal karena timnya tidak bisa memberikan perlawanan yang seimbang secara jumlah pemain.
Baca Juga: Liga Champions: Lima Kali Menang Laga Kandang, Rui Borges: Kami adalah Sporting yang Terbaik
"Kami punya tim dan sekelompok pemain yang luar biasa. Masa depannya cerah," kata Guardiola kepada Amazon Prime usai pertandingan.
Guardiola tetap optimis meski hasil akhir tidak berpihak pada timnya. Kekalahan ini dianggapnya sebagai bagian dari proses pendewasaan bagi skuad yang ia pimpin untuk musim-musim mendatang.
Selain itu, Guardiola juga menekankan pentingnya pengalaman ini sebagai pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena laga tidak berjalan dalam kondisi yang adil secara taktis.
Baca Juga: Juventus Putuskan Hierarki Penjaga Gawang untuk Sisa Musim 2025-26
"Ini jadi pelajaran. Tapi seharusnya 11 lawan 11. Tapi kami tidak pernah tahu. Mungkin kami kalah 6-0 tapi ini adalah fakta," ungkapnya.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga memberikan pujian setinggi langit kepada kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, yang tampil luar biasa. Menurutnya, performa gemilang sosok asal Belgia tersebut menjadi tembok penghalang utama yang menggagalkan banyak peluang emas Manchester City.