internasional

Kecam Putusan FIFA, Palestina Sebut Sanksi buat Israel Terlalu Lemah

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:16 WIB
Bendera FIFA dikibarkan di pertandingan Internasional. (CCTV)

Kekecewaan PFA semakin mendalam karena mereka merasa sama sekali tidak dilibatkan dalam proses investigasi dan disiplin ini. Padahal, usulan dari PFA pada Kongres FIFA ke-74 merupakan pemicu utama dimulainya penyelidikan terhadap perilaku rasisme tersebut.

Baca Juga: Performa Gila Spurs, Wembanyama Tegaskan Ambisi Raih MVP

"Kami juga harus menegaskan bahwa PFA, asosiasi anggota yang usulannya kepada Kongres FIFA ke-74 memicu proses yang berujung pada Keputusan ini, sama sekali tidak dilibatkan dalam proses disiplin tersebut. Kami tidak diberi tahu mengenai dimulainya penyelidikan, tuduhan yang diajukan, maupun Keputusan itu sendiri. Kami tidak memiliki kesempatan untuk mengajukan bukti, memberikan keterangan, atau membahas proporsionalitas sanksi. Pengecualian ini menimbulkan kekhawatiran serius berdasarkan prinsip keadilan prosedural dan kesetaraan hak."

Ketidakterbukaan proses hukum ini dianggap Palestina sebagai bentuk diskriminasi prosedural yang mencederai hak mereka sebagai anggota resmi FIFA. PFA merasa aspirasi dan bukti-bukti yang mereka miliki tidak diberikan ruang untuk diuji secara transparan di hadapan komite terkait.

Menghadapi situasi yang dianggap tidak adil ini, Federasi Sepakbola Palestina menyatakan kesiapannya untuk membawa masalah ini ke jalur hukum yang lebih tinggi. Mereka tidak akan menerima keputusan tersebut begitu saja dan bertekad untuk menuntut penegakan hukum yang seadil-adilnya.

Baca Juga: Juventus Tertarik pada Kiper Porto, Diogo Costa Target Utama

"Mengingat semua hal di atas, PFA kini akan menempuh semua langkah yang sesuai dalam kerangka FIFA, termasuk penggunaan hak banding di hadapan badan yudisial FIFA, dan, jika diperlukan, melalui jalur hukum yang relevan, termasuk arbitrase di hadapan Pengadilan Arbitrase Olahraga, untuk memastikan bahwa hak-hanya sebagai asosiasi anggota dijunjung tinggi, prinsip proporsionalitas dihormati, dan Anggaran Dasar FIFA diterapkan tanpa kecuali."

Langkah banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menjadi opsi terakhir yang akan ditempuh jika badan yudisial internal FIFA tetap pada pendiriannya. PFA ingin memastikan bahwa standar ganda tidak lagi dipraktikkan dalam penanganan kasus pelanggaran hak asasi dan rasisme di sepak bola.

Publik kini menantikan bagaimana respons FIFA terhadap protes keras yang dilayangkan oleh Palestina. Kasus ini bukan sekadar urusan denda materiil, melainkan ujian besar bagi netralitas dan ketegasan FIFA dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam sepak bola global.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB