SportlinkNews - Bayangan cedera sekali lagi menghantui bintang terbesar Brasil di waktu yang paling buruk. Kondisi Neymar menyebabkan gelombang kepanikan di markas besar juara dunia lima kali itu.
Kekhawatiran seputar Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) semakin meningkat menyusul musim melelahkan Neymar bersama klub kesayangannya, Santos.
Meskipun upaya medis dilakukan untuk mengendalikan beban kerjanya dalam beberapa minggu menjelang Piala Dunia Amerika Utara, persaingan yang ketat akhirnya berdampak buruk pada striker berusia 34 tahun itu.
Baca Juga: Jorge Martin Kecelakaan di GP Hungaria, Sanksi Penalti Menunggunya di GP Ceko
Kekhawatiran terbesar para penggemar telah menjadi kenyataan menyusul laporan mendesak dari saluran berita A24.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Neymar menderita cedera otot betis tingkat 2 yang mengkhawatirkan, membuatnya sama sekali tidak dapat berpartisipasi dalam sesi latihan taktik dengan tim nasional.
Laporan medis tim telah membunyikan alarm, mengkonfirmasi bahwa pemain nomor 10 tidak akan dalam kondisi fisik prima, yang secara serius mengancam peluangnya untuk berpartisipasi dalam pertandingan pembukaan yang sangat dinantikan pada 13 Juni.
Baca Juga: Sempat Unggul, Raymond/Joaquin Gagal Amankan Gelar Indonesia Open 2026
Ruang ganti hening.
Berita ini telah berdampak psikologis yang besar pada tim nasional Brasil di bawah kepemimpinan pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti.
Suasana yang sebelumnya hidup dan ceria di ruang ganti telah berubah menjadi keheningan yang berat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut sumber yang dekat dengan tim, seperti yang dilaporkan oleh ESPN, staf pelatih telah memutuskan untuk memperketat karantina hotel tim untuk mencegah badai media memengaruhi moral para pemain.
Baca Juga: Vinicius Bersinar Tanpa Neymar, Brasil Memulai Piala Dunia 2026 dengan Spektakuler
Pelatih Ancelotti mengadakan pertemuan darurat dengan tim medis untuk menilai waktu pemulihan para pemain dan menentukan langkah selanjutnya terkait daftar skuad final.
Strategis asal Italia, yang mengambil alih tim dengan tujuan membangun skuad pemenang untuk Piala Dunia, menekankan perlunya mengisolasi tim dari gangguan luar untuk menghindari pengaruh terhadap fokus mereka tepat sebelum turnamen.