Prestianni membantah keras tuduhan rasial tersebut, dan dalam pengakuannya kepada UEFA hanya menyebut Vinicius seorang homo. Akibat tindakan verbal negatif yang terbukti tersebut, sang pemain akhirnya dijatuhi skorsing berat sebanyak enam pertandingan oleh komite disiplin.
Dampak dari perseteruan antara Prestianni dan Vinicius tersebut langsung viral di media sosial serta memicu perdebatan panjang di kalangan pengamat sepak bola. Agar tak terulang lagi, FIFA pun memutuskan harus ada efek jera kepada siapa pun yang tak berani bicara dengan mulut terbuka, terutama dalam situasi konfrontasi seperti itu.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)