SportlinkNews - Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, secara tegas meminta publik dan media untuk menghentikan narasi yang membandingkan performa Lamine Yamal dengan para legenda sepak bola dunia. Seruan tersebut disampaikannya guna melindungi mentalitas anak asuhnya selama mengarungi Piala Dunia 2026.
Nama penyerang sayap belia milik Barcelona tersebut kembali menjadi pusat perhatian setelah dinilai memiliki karakteristik permainan yang serupa dengan Lionel Messi maupun Diego Maradona. Kemampuan olah bola yang mumpuni serta kontribusi gol yang tinggi membuat spekulasi tersebut terus bergulir di media massa.
Pencapaian impresif di level klub membuat pundak pemain berusia 18 tahun itu kini dibebani ekspektasi tinggi untuk membawa kesuksesan bagi skuad La Furia Roja. Kendati demikian, De la Fuente menilai tekanan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas psikologis Yamal.
Baca Juga: Di Balik Kemenangan Besar Belanda, Virgil van Dijk Kehilangan Rasa
Proses transisi menuju kedewasaan karier dinilai menjadi fase krusial yang harus dilewati oleh Yamal tanpa adanya intervensi perbandingan sejarah. Manajemen tim nasional Spanyol berkomitmen untuk mengawal bakat sang pemain secara alamiah tanpa beban masa lalu.
"Akan menjadi kesalahan jika membandingkan [Yamal] dengan siapa pun," kata De la Fuente dikutip dari ESPN.
De la Fuente menegaskan setiap talenta unik memiliki garis nasib dan jalur perkembangan masing-masing dalam industri sepak bola. Ia menganalogikan bakat langka yang dimiliki Yamal dengan para seniman legendaris dunia yang menciptakan mahakarya mereka.
Baca Juga: Tampar Marshal, Marco Bezzecchi Dilarang Balap di GP Ceko
"Dia berusia 18 tahun, sedang dalam proses perkembangan, proses pendewasaan. Kita harus membiarkannya menempuh jalannya sendiri," ucapnya.
Kejeniusan yang diperlihatkan di lapangan hijau sering kali dianggap sebagai hal biasa oleh Yamal, meskipun terlihat luar biasa bagi mata penonton. Potensi besar ini diakui membutuhkan penanganan taktis yang sangat hati-hati agar tidak meredup sebelum waktunya.
"Pemain-pemain seperti ini, yang memiliki sesuatu yang berbeda, sudah siap untuk itu. Mereka adalah jenius, seperti Salvador Dali, atau Michelangelo. Apa yang tampak luar biasa bagi kita, bukanlah hal yang luar biasa bagi mereka," ungkapnya.
Baca Juga: Alex Marquez Akhirnya Mundur dari GP Ceko Demi Pemulihan Dirinya
Pada pertandingan pembuka penyisihan grup melawan Tanjung Verde, Yamal terpaksa memulai laga dari bangku cadangan. Keputusan tersebut diambil tim pelatih karena kondisi kebugarannya belum pulih total akibat cedera yang dialami menjelang turnamen.
Menjelang laga kedua menghadapi Arab Saudi, jajaran tim medis dan kepelatihan Spanyol terus memantau perkembangan fisik Yamal secara intensif. De la Fuente menegaskan tidak akan terburu-buru memberikan menit bermain penuh demi menjaga keselamatan sang bintang muda.