internasional

Pahlawan Kiper Iran: Dulu Tunawisma, Kini Dikagumi Dunia!

Senin, 22 Juni 2026 | 09:31 WIB
Kiper Alireza Beiranvand melakukan tujuh penyelamatan spektakuler, membantu Iran menahan imbang Belgia

SportlinkNews - Setelah penampilan luar biasanya yang membantu Iran bermain imbang 0-0 dengan Belgia, Alireza Beiranvand sekali lagi menjadi berita utama di seluruh dunia. Dan di balik kiper itu terdapat kisah langka tentang mengatasi kesulitan.

Meskipun tidak mencetak gol dan tidak mengenakan ban kapten, Alireza Beiranvand menjadi nama yang paling banyak dibicarakan setelah hasil imbang 0-0 antara Iran dan Belgia di pertandingan kedua Piala Dunia 2026.

Kiper Alireza Beiranvand melakukan tujuh penyelamatan spektakuler, membantu Iran menahan imbang Belgia dalam pertandingan dramatis di Grup G yang diwarnai kartu merah dan intervensi VAR.

Baca Juga: Kontroversi Adidas Trionda, Laju Bola Sulit Diprediksi dan Berubah Tergantung Cuaca

Serangkaian penyelamatan luar biasa, terutama blok luar biasa terhadap tembakan jarak dekat Maxim De Cuyper, membantu Iran mengamankan poin berharga dan menjaga harapan mereka untuk melaju tetap hidup.

Ini bukan pertama kalinya Beiranvand menjadi pahlawan bagi sepak bola Iran. Dan melihat kembali perjalanan kiper berusia 33 tahun ini, kita semakin memahami mengapa ia selalu dianggap sebagai simbol ketekunan dan keyakinan.

Dari seorang penggembala nomaden hingga masa-masa tunawisma di Teheran.

Baca Juga: Marc Marquez Cetak Kemenangan di GP Ceko, Pembalap Ai Ogura Selamatkan Wajah Aprilia

Alireza Safar Beiranvand lahir pada 21 September 1992 di Sarab-e Yas, provinsi Lorestan, Iran, dari keluarga Lak yang nomaden.
Masa kecilnya dihabiskan dengan menggembalakan domba dan menanggung kesulitan hidup di pegunungan.

Sepak bola adalah gairah terbesarnya. Tapi keluarganya, terutama ayahnya, ingin dia mulai bekerja lebih awal daripada mengejar mimpinya bermain sepak bola.

Menolak untuk menyerah, Beiranvand memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya dan pindah ke Teheran pada usia yang sangat muda.

Baca Juga: Pemain Iran Terancam Kontroversi di Piala Dunia 2026 dengan Selebrasi Sensitif

Hari-hari awalnya di ibu kota sangat keras. Dia tidur di jalanan, di lapangan stadion, atau di rumah kenalan.

Untuk mencari nafkah, Beiranvand melakukan berbagai pekerjaan: mencuci mobil, bekerja di pabrik garmen, mengantar pizza, dan bahkan menyapu jalanan.

Halaman:

Tags

Terkini