SportlinkNews - Dihajar Inggris 4-2 memang membuat Kroasia berada dalam tekanan tinggi menghadapi laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Apalagi Kroasia merupakan runner up Piala Dunia 2018.
Tim asuhan Zlatko Dalic ini harus memperbaiki banyak hal dan tidak punya banyak alasan. Itu yang sang pelatih sendiri katakan untuk pertama kali menjelang pertandingan melawan Panama.
"Kami harus bermain lebih baik dan memperbaiki kesalahan di lini pertahanan. Kami memberikan banyak keuntungan kepada Inggris di pertandingan terakhir," aku Dalic.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Grup K dan Grup L Piala Dunia 2026: Pertarungan Krusial Portugal vs Uzbekistan
"Panama adalah tim yang bagus dengan beberapa pemain cepat, tetapi kami harus sangat berani, sangat tangguh, sangat tegas, dan bertekad. Kami adalah favorit, dan harus bertindak seperti itu. Dan kami mengharapkan hasil," ujarnya.
Kroasia, yang mencapai final 2018 dan finis ketiga pada 2022, memahami situasinya. Kalah dari Inggris akan membahayakan harapan mereka untuk mencapai babak selanjutnya menjelang pertandingan terakhir melawan Ghana.
"Tekanan selalu ada. Kami harus disalahkan atas situasi saat ini karena melakukan banyak kesalahan di pertandingan pertama," katanya.
Baca Juga: Football Medical Workshop 2026 Jadi Ajang Peningkatan Kualitas Pelayanan Medis di Cabor Sepak Bola
"Kami telah menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dengan dua medali dalam dua turnamen terakhir. Anda tidak bisa hanya mengandalkan kejayaan masa lalu."
"Saya tahu bahwa kami memiliki harapan tinggi dari para penggemar. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan diri," ujar Dalic.
Laga melawan Panama juga akan menjadi momen penting bagi Luka Modric yang akan menjadi penampilan ke-200-nya bersama Kroasia.
Baca Juga: Kolaborasi Persija dan Adidas Bikin Pede Pemain Muda Macan Kemayoran
"Itu adalah sesuatu yang mustahil yang telah diciptakan," kata bek Josip Stanisic.
"Sejauh ini saya hanya bisa bermimpi mencapai seratus penampilan, apalagi 200. Tetapi Luka adalah panutan bagi kami semua, tentang bagaimana bermain untuk Kroasia dan bagaimana bersikap."