SportlinkNews - PSSI memastikan wacana pelonggaran aturan kehadiran suporter tim tamu (away) belum akan diterapkan pada ajang Piala Presiden 2026.
Kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan baru diproyeksikan mulai berlaku pada kompetisi Super League musim depan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, pihak liga telah berkoordinasi dengan PSSI terkait rencana tersebut. Namun, implementasinya tidak akan dilakukan pada turnamen pramusim.
Baca Juga: FIP Bronze dan Promises Jakarta Jadi Ajang PBPI Jaring Calon Atlet Timnas
"Liga sudah bicara dengan kami. Mereka akan mencoba menerapkannya saat kompetisi liga nanti," ujar Erick kepada wartawan pada jumpa pers Piala Presiden di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Erick, PSSI juga telah membahas rencana itu dengan FIFA.
Meski mendapat respons positif, namun badan sepak bola dunia tersebut memberikan sejumlah catatan penting yang harus dipenuhi sebelum kebijakan suporter tandang benar-benar dijalankan.
Baca Juga: Sampingkan Vinicius Jr dari Algojo Penalti, Ancelotti Ungkap Alasan Berbasis Data
FIFA, kata Erick, mengingatkan agar Indonesia tidak melupakan berbagai tragedi yang pernah mencoreng sepak bola nasional.
Karena itu, setiap langkah menuju pelonggaran aturan harus dibarengi jaminan keamanan yang jelas dari operator liga dan klub peserta.
"FIFA terbuka, tetapi memberikan sejumlah catatan. Karena itu, jika kebijakan suporter tandang diterapkan, liga dan klub harus bertanggung jawab penuh. Jika tidak berjalan baik, kelonggaran tersebut bisa dicabut kembali," tegasnya.
Baca Juga: Jakarta Perdana Jadi Tuan Rumah FIP Bronze dan Promises 2026
Erick menambahkan, tahap awal penerapan nantinya akan mempertimbangkan hubungan antarsuporter di setiap pertandingan. Evaluasi akan terus dilakukan sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara lebih luas.
Ia berharap momentum ini menjadi kesempatan bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk membangun budaya suporter yang lebih dewasa dan saling menghormati.
"Kita harus memastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Jangan sampai tragedi yang pernah menjadi noda hitam sepak bola Indonesia terulang kembali. Kepercayaan FIFA jangan sampai hilang lagi," ungkap Erick.
Baca Juga: Kecam Penangguhan Sanksi Balogun, UEFA Sebut Keputusan FIFA Kebangetan
PSSI menilai keberhasilan penerapan kebijakan suporter tandang tidak hanya bergantung pada regulasi.
Komitmen klub, operator liga, aparat keamanan, dan suporter dalam menciptakan pertandingan yang aman serta bebas dari kekerasan juga menjadi faktor penentu.