SportlinkNews - Perubahan format pertandingan mewarnai nomor speed pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia.
Meski harus beradaptasi dengan sistem baru, Indonesia tetap mampu membawa pulang medali emas nomor speed individu putri melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi, Sabtu, 4 Juli 2026.
Berbeda dari format sebelumnya yang menggunakan duel satu lawan satu sejak babak gugur, seri di Krakow menerapkan sistem empat jalur (four lane).
Baca Juga: Lionel Messi Akui Argentina Menderita Hadapi Kedisiplinan Tanjung Verde
Dalam format ini, empat atlet bertanding secara bersamaan di setiap grup, sementara dua pemanjat dengan catatan waktu tercepat berhak melaju ke babak berikutnya.
Artinya, kelolosan tidak lagi ditentukan dengan mengalahkan satu lawan secara langsung, melainkan oleh kecepatan terbaik di antara seluruh peserta dalam grup.
Sistem baru tersebut menuntut setiap atlet tampil konsisten sejak start hingga finis karena seluruh pesaing berada di lintasan pada waktu yang sama.
Baca Juga: Inggris Hadapi Tantangan Aklimatisasi Udara Tipis Jelang Kontra Meksiko
Desak mampu beradaptasi dengan cepat dan memanfaatkan perubahan format itu untuk mengamankan medali emas bagi Indonesia.
Pada babak final, ia membukukan waktu 6,54 detik untuk mengungguli tiga rivalnya, yakni dua wakil tuan rumah Polandia, Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw, serta Emma Hunt dari Amerika Serikat.
Kalucka harus puas meraih medali perak setelah mencatat waktu 6,62 detik, sedangkan Hunt membawa pulang perunggu.
Baca Juga: Fardhan Jaga Asa Indonesia, Melaju ke Final Badminton Asia Junior Championships 2026
Sebelum memastikan gelar juara, Desak lebih dulu melewati semifinal yang juga menggunakan format empat jalur.
Ia kembali bersaing bersama Hunt, Kalucka, dan Yuju Mou dari China. Dari grup tersebut, Desak dan Hunt menjadi dua pemanjat tercepat yang berhak melangkah ke partai final.
Di grup lainnya, Miroslaw bersaing dengan Leslie Adriana Romero Perez dari Spanyol, Polina Khalkevych dari Ukraina, dan Natalia Kalucka. Dua atlet terbaik dari grup tersebut kemudian melengkapi komposisi final.
Baca Juga: Bubista Bangga Tanjung Verde Mampu Bobol Gawang Argentina Dua Kali
Selain Desak, Indonesia juga menurunkan Kadek Adi Asih dan Raji'ah Salsabillah di sektor putri. Keduanya berhasil melewati babak kualifikasi dan 16 besar sebelum langkah mereka terhenti pada perempat final.
Secara keseluruhan, Indonesia membawa tujuh atlet speed ke Krakow, terdiri atas empat putra dan tiga putri. Selain nomor speed individu, skuad Merah Putih juga turun pada nomor relay putra, relay putri, dan relay campuran.
Keberhasilan Desak menaklukkan format baru sekaligus mempersembahkan medali emas menjadi sinyal positif bagi tim speed Indonesia dalam menghadapi seri-seri Piala Dunia berikutnya yang mulai mengadopsi sistem pertandingan serupa.
Artikel Terkait
Indonesia Bidik Podium di IFSC World Climbing 2026 Series Wujiang
IFSC World Climbing Series 2026: Desak Made Jadi Penyumbang Medali Indonesia di Wujiang
Srondeng Gagal Podium di World Climbing Series Innsbruck 2026, Tapi Tegaskan Indonesia Kian Diperhitungkan di Nomor Lead
Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik Emas di World Climbing Series Krakow
Tim Speed Indonesia Lolos ke Final World Climbing Series Krakow 2026