SportlinkNews - Peluang Indonesia membawa pulang medali dari ajang World Climbing Series 2026 di Krakow, Polandia, masih terbuka lebar.
Timnas panjat tebing nomor speed sukses mengamankan tempat di putaran final, baik pada nomor speed perorangan maupun speed relay campuran.
Keberhasilan tersebut menjadi modal positif bagi skuad Merah Putih yang kini mengincar setidaknya satu medali emas dari seri dunia tersebut.
Baca Juga: Fardhan Jaga Asa Indonesia, Melaju ke Final Badminton Asia Junior Championships 2026
Asisten Pelatih Tim Speed Indonesia, Fitriyani, mengatakan para atlet mampu tampil kompetitif meski harus menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah sepanjang babak kualifikasi.
"Hujan turun saat menjelang kualifikasi sehingga atlet harus beradaptasi dengan papan panjat dan kondisi tubuh. Suhu sempat dingin, kemudian panas, lalu berubah lagi. Meski begitu, beberapa atlet mampu mencatat waktu yang mendekati hasil latihan," ujarnya dikutip dari rilis resmi, Sabtu, 4 Juli 2026.
Pada nomor speed perorangan, Indonesia menurunkan tujuh atlet yang terdiri atas empat putra dan tiga putri.
Baca Juga: Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Sebut Neymar Tidak Senang
Di sektor putra, Raharjati Nursamsa menjadi wakil terbaik setelah menempati posisi keempat babak kualifikasi dengan catatan waktu 4,82 detik. Aditya Tri Syahria mengikuti di peringkat kelima lewat waktu 4,87 detik.
Sementara Antasyafi Robby Al Hilmi berada di posisi ke-23 dengan 5,16 detik dan juara Olimpiade Veddriq Leonardo lolos di peringkat ke-29 setelah membukukan waktu 5,22 detik.
Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi memimpin penampilan tim putri dengan finis di posisi kelima berkat catatan waktu 6,41 detik.
Baca Juga: Tolak Label Jago Kandang. Sumardji Tegaskan Timnas Indonesia Sudah Berbeda
Kadek Adi Asih menyusul di urutan kedelapan dengan 6,51 detik, sedangkan Raji'ah Salsabillah menempati posisi ke-12 setelah mencatatkan waktu 6,59 detik.
Fitriyani menjelaskan sistem pertandingan kali ini berbeda dari seri-seri sebelumnya. Babak kualifikasi menggunakan empat jalur panjat (four lane) tanpa sesi latihan resmi sebelum perlombaan dimulai.
Setiap atlet diberi kesempatan melakukan empat kali pemanjatan dan waktu terbaik yang dicatat menjadi penentu peringkat menuju fase berikutnya.
Baca Juga: Inggris Hadapi Tantangan Aklimatisasi Udara Tipis Jelang Kontra Meksiko
"Dari babak kualifikasi diambil 32 atlet yang kemudian dibagi ke dalam delapan grup. Di putaran final, dua atlet tercepat dari masing-masing grup akan melaju ke babak berikutnya hingga perempat final," jelasnya.
Selain nomor individu, Indonesia juga tampil menjanjikan di speed relay campuran. Dua tim Merah Putih sama-sama lolos ke final setelah menempati peringkat kedua dengan catatan waktu 11,48 detik dan posisi keempat lewat waktu 11,59 detik.
Menghadapi perebutan medali, Fitriyani menegaskan tim pelatih tidak menyiapkan strategi khusus. Fokus utama adalah menjaga ketenangan dan konsistensi para atlet di setiap lintasan.
Baca Juga: Jurgen Klopp Dihubungi DFB Tapi Belum Menyetujui Tawaran Jadi Pelatih Timnas Jerman Gantikan Nagelsmann
"Kami hanya meminta atlet tetap tenang dan fokus memenangi setiap grup yang dihadapi. Kalau itu bisa dilakukan, peluang melangkah hingga final akan semakin besar," katanya.
Artikel Terkait
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dilirik Turki, FPTI Pastikan Loyalitas Tetap untuk Merah Putih
Indonesia Bidik Podium di IFSC World Climbing 2026 Series Wujiang
IFSC World Climbing Series 2026: Desak Made Jadi Penyumbang Medali Indonesia di Wujiang
Srondeng Gagal Podium di World Climbing Series Innsbruck 2026, Tapi Tegaskan Indonesia Kian Diperhitungkan di Nomor Lead
Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik Emas di World Climbing Series Krakow