Indonesia Bidik Podium di IFSC World Climbing 2026 Series Wujiang

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 5 Mei 2026 | 23:13 WIB
Indonesia mengirimkan 13 atlet menuju untuk tampil di World Climbing Series Wujiang, China yang digelar pada 8-10 Mei mendatang. Bidik podium di speed dan lead. (FPTI)
Indonesia mengirimkan 13 atlet menuju untuk tampil di World Climbing Series Wujiang, China yang digelar pada 8-10 Mei mendatang. Bidik podium di speed dan lead. (FPTI)

SportlinkNews - Timnas panjat tebing Indonesia mengirim kekuatan penuh untuk membuka musim kompetisi 2026.

Sebanyak 13 atlet diberangkatkan ke China untuk tampil di IFSC World Climbing Series Wujiang yang digelar pada 8-10 Mei mendatang.

Kontingen Merah Putih akan turun di dua nomor utama, yakni speed dan lead. Nomor speed menjadi andalan dengan komposisi lima atlet putra dan empat putri, sementara nomor lead diisi masing-masing dua atlet putra dan putri.

Baca Juga: Laga Perdana Panas! Garuda Muda Siap Balas China di Piala Asia U-17 2026

Nama-nama seperti Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, hingga Desak Made Rita masih menjadi andalan untuk bersaing di papan atas, khususnya pada nomor speed yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia. 

Di sisi lain, muncul pula deretan atlet yang tengah menanjak performanya seperti Antasyafi Robby, Aditya Tri Syahria, Raharjati Nursamsa di sektor putra, serta Kadek Adi Asih dan Rajiah Salsabillah di putri, yang berpotensi menghadirkan kejutan.

Persaingan dipastikan berlangsung ketat. Apalagi tuan rumah, China,  tengah dalam momentum positif setelah atletnya, Zhao Yicheng, mencatatkan rekor dunia baru dengan waktu 4,586 detik. Ini menjadi tolok ukur baru di nomor speed.

Baca Juga: Modal Mental dan Konsistensi, Baker Percaya Garuda Muda Bisa ke Qatar 2026

Meski begitu, pelatih speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menegaskan timnya tidak ingin terjebak euforia rekor. Fokus utama adalah tampil bersih tanpa kesalahan.

"Target kami atlet bisa memanjat maksimal. Rekor dunia itu jadi motivasi, tapi yang terpenting performa di lintasan," tuturnya jelang keberangkatan pada Selasa, 5 Mei 2026 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Hal senada disampaikan pelatih nomor lead, Amri, yang menilai ajang ini sebagai tolok ukur perkembangan atlet, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.

Baca Juga: Kolaborasi Indonesia–Brunei, Pencak Silat Didorong Tembus Panggung Dunia

Meski bukan nomor unggulan, sektor lead tetap menyimpan potensi kejutan, terutama melalui Alma Ariella Tsany.

"World Climbing Series Wujiang ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pemanjatan. Karena di sini akan diuji hasil latihan dan mental atlet kita," imbuhnya.

Lebih dari sekadar berburu hasil, keikutsertaan di Wujiang juga menjadi bagian dari persiapan sekaligus seleksi untuk menuju Asian Games 2026 di Jepang. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: FPTI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X