“Aku berlari sampai finish dalam kondisi menahan sakit, energi habis, dan persendian terasa lemas. Tapi karena ambisi untuk juara masih besar, aku tidak mau berhenti sampai di situ,” tegas Yusri.
Ditengah kondisi tersebut, dukungan dari rekan setimnya, Putra Aldio, turut membantu Yusri untuk bangkit menjelang kategori klasik. Ada satu kalimat dari Aldio yang terus ia ingat dan jadikan pedoman.
“Kaca depan lebih besar dari kaca spion. Fokus ke depan, yang di belakang cukup jadi pelajaran,” ujar Yusri, menirukan pesan dari Aldio.
Baca Juga: Penampakan Presenter Mirip Kim Kardashian Kembali Bikin Heboh
Berbekal semangat itu, Yusri tampil lebih tenang di kategori klasik. Dari posisi belasan, ia perlahan menyalip para pesaingnya hingga berhasil merebut posisi terdepan di kilometer ketiga dan mempertahankannya hingga garis finish, mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.
Di balik pencapaian para atlet, pelatih tim nasional, Sandy, turut menyampaikan kesannya terhadap perjuangan yang telah dilalui oleh seluruh kontingen.
“Sebagai bagian dari tim kepelatihan tim nasional, saya menyaksikan langsung bahwa seorang atlet sesungguhnya telah ‘bertanding’ jauh sebelum hari perlombaan tiba. Setiap sesi latihan adalah proses melawan rasa lelah, keraguan, dan keinginan untuk menyerah,” ujar Sandy.
Baca Juga: Pramusim Chelsea vs AC Milan di GBK Tanpa Label Piala Presiden Supermatch 2026
Ia menambahkan bahwa medali hanyalah hasil akhir yang telah terlihat oleh publik, sementara nilai sesungguhnya terletak pada proses panjang untuk mendapatkannya. Setiap tetes keringat, setiap rasa sakit, setiap waktu yang dikorbankan, hingga setiap kegagalan yang berhasil dilewati, menurutnya, adalah bagian dari perjalanan seorang atlet.
Perjalanan Fitri, Putra Aldio, Pujas Rani Ratu Haj, dan Yusri Nanda menuju podium menyimpan cerita yang beda-beda, mulai dari keyakinan diri di tengah waktu persiapan yang singkat, latihan keras yang berujung sakit, hingga insiden tersesat di tengah lomba.
Satu hal yang sama mereka rasakan adalah kekaguman terhadap keindahan alam Gede Pangrango, yang membuat pengalaman berlomba di sana terasa lebih dari sekadar kompetisi.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Dani Olmo Kecewa Ayala Berbohong
Ibu Mancini Merayakan Kembalinya ke Timnas Italia, Berharap untuk Kemenangan Lain
Napoli Bidik Badiashile, Bek West Ham Juga Dipantau
Buntut dari Spanduk Malvinas, Martinez dan Mac Allister Sewa Keamanan Swasta di Inggris
UEFA Kembali Berselisih dengan FIFA Terkait Penjualan Saham Piala Dunia