SportlinkNews - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) resmi menunjuk mantan pemegang rekor dunia speed, Aries Susanti Rahayu, sebagai manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia.
Peraih dua medali emas Asian Games 2018 itu menggantikan Pristiawan Buntoro yang sebelumnya mengemban tugas sebagai manajer selama tiga bulan masa transisi.
Pergantian tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor: 0711.1/SKP/PP.NAS/VII/2026 tentang Pelatnas Asian Games 2026 yang ditandatangani Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid pada 11 Juli 2026.
Baca Juga: Buntut Keributan Final Piala Dunia 2026, Dani Olmo Pertanyakan Kejujuran Roberto Ayala
Sementara itu, Pristiawan kembali menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris Umum PP FPTI.
Penunjukan Aries bukan tanpa alasan. PP FPTI menilai sosok yang dijuluki "Spider Woman" itu memiliki pengalaman dan rekam jejak yang kuat, baik sebagai atlet maupun figur inspiratif bagi generasi panjat tebing Indonesia.
Aries pernah mencatat sejarah dengan memecahkan rekor dunia nomor speed putri lewat waktu 6,995 detik pada 2019.
Baca Juga: Gandeng Hubner dan Romeny, Fortuna Sittard Meluncurkan Jersei Tandang Bertema Religius
Selain itu, prestasinya menyumbangkan dua medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2018 menjadi nilai tambah dalam memimpin tim nasional menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Ia mulai efektif bertugas pada Senin ini, 27 Juli. Aries langsung mengarahkan fokus seluruh atlet untuk kembali menjalani program latihan usai jeda kompetisi World Climbing Series.
"Asian Games (2026) tinggal menghitung hari. Tidak ada waktu selain berlatih keras apalagi dalam kondisi yang serba terbatas," ujar Aries.
Baca Juga: Morgan Rogers Datang, Xabi Alonso Ungkap Rencana Taktis Lini Serang Chelsea
Sebagai bagian dari persiapan, sebanyak 14 atlet telah dipanggil ke Sekretariat PP FPTI di Jakarta pada akhir pekan lalu untuk mengikuti proses wawancara sekaligus serah terima atlet dari PP FPTI kepada manajemen Pelatnas.
Proses tersebut dipimpin dua penasihat PP FPTI, Bayu Tresna dan Cally Setiawan. Menurut Bayu, agenda itu bukan sekadar sesi wawancara, melainkan upaya membangun komunikasi yang solid antara atlet, federasi, dan manajemen pelatnas.
"Ini lebih dari sekadar wawancara sebenarnya. Karena yang kami lakukan adalah diskusi mengenai hubungan tiga entitas antara atlet, PP FPTI, dan manajemen Pelatnas," kata Bayu.
Baca Juga: Gelandang Arsenal Demiane Agustien Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Ke-14 atlet tersebut terdiri atas sembilan atlet yang telah memastikan tiket ke Asian Games 2026 serta lima atlet yang dipersiapkan sebagai sparring partner.
Setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan pembekalan, mereka langsung bergabung ke home base Pelatnas di Bekasi untuk memulai program latihan menuju Asian Games 2026.
Artikel Terkait
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dilirik Turki, FPTI Pastikan Loyalitas Tetap untuk Merah Putih
Fokus Mental dan Chemistry, Galar Pandu Asmoro Ubah Pendekatan Timnas Panjat Tebing
Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik Emas di World Climbing Series Krakow
Tim Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Piala Dunia Bekal Menuju Asian Games 2026
Kemenpora Pastikan Dukungan Penuh bagi Tim Panjat Tebing Menuju Asian Games dan Olimpiade 2028