lain-lain-olimpik

Pengorbanan Atlet Lari Trail Indonesia Sabet 6 Medali Emas, dari Progam Hamil hingga Tersesat

Rabu, 29 Juli 2026 | 09:52 WIB
Atlet lari trail Indonesia menyabet 6 medali emas dan 2 perak pada South East Asia Trail Running Confederation (SEATRC) Cup 2026

Namun begitu, demi Indonesia, ia melawan minder dengan semangat dan keyakinan mampu menampilkan performa maksimal atas latihannya.

“Saya sangat optimis dan yakin dengan potensi yang sudah saya latih dan berusaha untuk meyakinkan diri sendiri,” jelas Aldio yang diwawancara bersama Fitri.

SEATRC Cup 2026 merupakan pengalaman pertama bagi Aldio untuk mewakili Indonesia di ajang tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa lintasan yang dilalui cukup menantang, namun tertata rapi dan aman untuk dilewati.

Baca Juga: Pembalap Lain Liburan, Jorge Martin Malah Nekat Balap Sepeda 876 Km

Cerita yang berbeda datang dari Pujas Rani Ratu Haj, peraih podium kedua di kategori Short Trail 42 km.

Lintasan tersebut sudah menjadi tempat ia berlatih selama bertahun-tahun akan. Tetapi ia sempat tersesat akibat salah informasi dari warga sekitar, sebelum akhirnya ia kembali ke jalan yang benar.

Akibat insiden ini ia sempat mengungkapkan kesulitan untuk mengejar posisi pertama, akan tapi tetap bersyukur dengan hasil akhir yang ia raih. 

“Asik banget sih untuk downhill, rasanya bebas aja gitu ketika turun ke arah Selabintana dan Putri. Alamnya bagus banget, gunung paling cakep di sekitar Jabodetabek,” terang Pujas yang ditemui dengan Fitri dan Aldio.

Baca Juga: ASEAN Championsip 2026: Malaysia Sempurna di Grup B, Hancurkan Laos 4-0 dan Kokoh di Puncak Klasemen

Sebagai mantan pendaki gunung Mapala UI, ia sudah terbiasa menghadapi lintasan yang menantang, sehingga kini lebih fokus melatih kecepatan di sela-sela kesibukan kerjanya.

Pengorbanan Pujas juga tak kalah berat. Di tengah kesibukannya sebagai pekerja, ia harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan latihan demi bisa tampil maksimal di SEATRC Cup 2026.

“Kalau buat saya, pengorbanannya lebih ke konsistensi mungkin ya, karena sekarang juga bekerja, jadi harus pintar bagi waktu dan tetap latihan walaupun capek. Kadang harus mengurangi waktu istirahat atau kumpul bareng temen, tapi itu juga bagian dari proses,” ujar Pujas.

Peraih emas Mountain Classic Senior Yusri Nanda juga menceritakan pengorbanannya. Selama dua bulan sebelum perlombaan, Yusri berlatih dengan disiplin tinggi, menjaga pola latihan, istirahat, dan makan demi bisa tampil maksimal di SEATRC Cup 2026.

Baca Juga: Alonso Coret Tiga Pemain Lagi dari Skuad Chelsea

Namun, jelang hari perlombaan, kondisi tubuhnya sempat menurun. Yusri mengalami diare dan masuk angin hanya sembilan jam sebelum kategori vertikal dimulai.

Halaman:

Tags

Terkini