SportlinkNews - Ramadan kerap dimanfaatkan sebagai momen "reset" gaya hidup. Selain memperkuat sisi spiritual, bulan puasa juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengatur ulang pola makan dan menurunkan berat badan secara sehat.
Kuncinya bukan sekadar menahan lapar, tetapi bagaimana mengelola asupan saat sahur dan berbuka.
Sejumlah pakar kesehatan menekankan bahwa puasa justru dapat membantu proses pembakaran lemak bila diimbangi pengaturan nutrisi yang tepat.
Baca Juga: Jakarta Jadi Panggung Anggar Kadet dan Junior Asia 2026, Indonesia Turun dengan Kekuatan Penuh
Tanpa kontrol, kebiasaan balas dendam saat berbuka bisa berujung pada lonjakan kalori dan kenaikan berat badan.
Berikut pendekatan yang dinilai aman dan efektif untuk menjaga berat badan tetap terkendali selama Ramadan:
1. Kendalikan Lemak Tambahan
Penggunaan minyak berlebih saat memasak menjadi salah satu sumber kalori tersembunyi. Mengurangi gorengan, santan pekat, mentega, atau ghee membantu menekan asupan lemak jenuh harian.
Baca Juga: Road to LA 2028 Dimulai di Ningbo 2026, 120 Kuota Olimpiade Siap Diperebutkan
2. Ubah Cara Mengolah Makanan
Memilih teknik memasak seperti kukus, rebus, atau panggang membuat makanan tetap lezat tanpa tambahan lemak berlebih. Selain itu, kandungan nutrisinya pun lebih terjaga.
3. Prioritaskan Protein Berkualitas
Protein tanpa lemak, seperti ayam tanpa kulit, ikan panggang, atau daging rendah lemak, membantu menjaga massa otot selama puasa. Protein juga memperpanjang rasa kenyang sehingga mencegah makan berlebihan saat malam hari.
Baca Juga: Alisha Lehmann Pamer Batmobile Seharga Rp 2,5 Miliar
4. Bijak Mengonsumsi Makanan Manis
Godaan takjil manis memang besar. Namun, menggantinya dengan buah segar dalam porsi wajar jauh lebih aman. Kurma tetap bisa dikonsumsi, tetapi secukupnya agar kalori tetap terkontrol.
5. Pilih Produk Susu Rendah Lemak
Susu skim atau yoghurt rendah lemak bisa menjadi pilihan untuk menu sahur maupun camilan setelah tarawih. Kandungan kalsiumnya tetap terpenuhi tanpa tambahan lemak berlebih.
6. Atur Konsumsi Kacang
Kacang kaya nutrisi, tetapi juga tinggi kalori. Konsumsilah dalam porsi kecil dan pilih yang tanpa tambahan garam atau gula.
Baca Juga: Barcelona Membuat Keputusan Kontrak Mengejutkan untuk Gelandang Berusia 22 Tahun
7. Kurangi Minuman Bergula
Sirup dan minuman manis dapat menyumbang kalori besar dalam waktu singkat. Perbanyak air putih di antara waktu berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi dan membantu metabolisme tetap optimal.
8. Tambah Sayuran dalam Setiap Menu
Sayuran segar atau tumis ringan bisa menjadi penyeimbang menu berbuka. Hindari saus tinggi lemak; gunakan sedikit minyak zaitun atau perasan lemon sebagai alternatif dressing yang lebih sehat.
9. Seimbangkan Karbohidrat dan Serat
Porsi nasi atau pasta sebaiknya tidak berlebihan. Campurkan dengan sayuran atau kacang-kacangan agar kandungan serat meningkat dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
Baca Juga: Max Allegri dan Cesc Fabregas Kembali Bertengkar
10. Tetap Bergerak Aktif
Puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Jalan cepat 30 menit, latihan ringan, atau aktivitas fisik setelah berbuka dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus membakar kalori.
Mengatur pola makan selama Ramadan bukan hanya tentang menurunkan angka di timbangan. Lebih dari itu, konsistensi dalam memilih makanan sehat dan tetap aktif bisa membentuk kebiasaan baik yang bertahan bahkan setelah bulan suci berakhir.