SportlinkNews - Dehidrasi menjadi masalah yang sering diabaikan banyak orang. Berdasarkan penelitian, hampir dua pertiga populasi tidak mengonsumsi cukup air setiap harinya.
Bahkan, sepertiga dari mereka sama sekali tidak minum air putih dalam sehari, sementara hampir separuhnya tidak mengetahui jumlah air yang seharusnya mereka konsumsi.
Dampak dari kekurangan cairan ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kejernihan berpikir dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Los Blancos Masih Unggul atas Blaugrana
Gejala Dehidrasi dan Dampaknya pada Tubuh
Menurut Dr. Nadira Awal, rasa haus merupakan tanda paling jelas seseorang mengalami dehidrasi.
Namun, ketika rasa haus mulai terasa, tubuh sebenarnya sudah berada dalam kondisi kekurangan cairan.
Baca Juga: Barcelona Kembali ke Final Copa del Rey Setelah Absen Empat Musim
Oleh karena itu, penting untuk tetap minum air sepanjang hari tanpa harus menunggu merasa haus.
Selain rasa haus, dehidrasi juga ditandai dengan sakit kepala.
Kekurangan cairan dalam tubuh menyebabkan volume darah menurun, yang berdampak pada aliran darah ke otak.
Akibatnya, seseorang lebih rentan mengalami sakit kepala.
Dampak lain dari dehidrasi adalah masalah kulit dan bibir kering.
Produksi air liur yang berkurang dapat menyebabkan mulut terasa kering dan lengket, sementara bibir menjadi pecah-pecah.
Artikel Terkait
Final V League 2025: Koh Hee-jin Akui Kekalahan, Red Sparks Tetap Berjuang
Nikola Jokic Cetak 61 Poin, Perkuat Kandidat Utama MVP NBA 2025
Barcelona Siapkan Laga Super Clasico, Usai Singkirkan Atletico di Semifinal Copa de Rey
Milan 1-1 Inter: Hakan Calhanoglu Gugurkan Gol Pembuka Tammy Abraham
Kita Boleh Bermimpi, Hansi Flick tentang Harapan Barcelona Raih Tiga Gelar