Penelitian tentang efektivitas minuman isotonik dalam mengembalikan cairan tubuh setelah olahraga telah menghasilkan temuan yang bervariasi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman isotonik lebih efektif daripada air biasa dalam memulihkan cairan tubuh dan elektrolit setelah olahraga yang intens.
Baca Juga: Cuma Dapat Izin sampai Lolos 8 Besar Piala Asia U-23 2024, Nathan Tjoe-A-On Kembali ke SC Heerenveen
Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara minuman isotonik dan air dalam hal rehidrasi.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal "Nutrients" pada tahun 2019 menemukan bahwa minuman isotonik dan air memiliki efek yang sama dalam memulihkan cairan tubuh dan elektrolit setelah olahraga yang intens.
Penelitian ini menunjukkan bahwa air mungkin menjadi pilihan yang sama efektifnya dengan minuman isotonik untuk pemulihan cairan tubuh setelah olahraga.
Baca Juga: Timnas U16 Indonesia Digenjot Latihan Fisik
Namun, penting untuk dicatat bahwa beberapa studi mendukung efektivitas minuman isotonik dalam kasus-kasus tertentu.
Misalnya, minuman isotonik dapat lebih bermanfaat daripada air dalam kasus olahraga yang berlangsung lebih dari satu jam atau saat kondisi panas yang ekstrem.
Kapan Harus Minum Minuman Isotonik?
Baca Juga: Juara di Assen Belanda, Toprak Razgatlioglu: Start P9 Tidak Menjadi Masalah Jika Anda Cepat!
Meskipun minuman isotonik dapat menjadi pilihan yang baik untuk memulihkan cairan tubuh setelah olahraga, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang memerlukannya.
Jika Anda berolahraga selama kurang dari satu jam atau dalam kondisi cuaca yang tidak terlalu panas, air mungkin sudah cukup untuk menggantikan cairan tubuh Anda.
Namun, jika Anda melakukan olahraga yang intens atau berlangsung lama, terutama dalam kondisi panas yang ekstrem, minuman isotonik dapat membantu mempercepat proses rehidrasi dan menggantikan elektrolit yang hilang.
Baca Juga: Kejutan Lando Norris di F1 GP Cina, Naik Podium dan Mengalahkan Ferrari