Oleh karena itu, Kemenpora menyambut baik sejumlah rencana strategis yang tengah disiapkan PB Ikasi, termasuk rekrutmen pelatih secara terbuka, pelatihan intensif pelatih lokal, serta pelatihan pelatih dari tenaga asing lewat skema training of trainer.
“Tujuan akhirnya adalah mengembalikan Indonesia ke jalurnya, kembali menguatkan fondasi untuk bisa bersaing di Olimpiade."
"Karena kita tahu, anggar merupakan salah satu cabang paling klasik dalam sejarah Olimpiade,” jelasnya.
Dito juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara besar harus bisa tampil kuat di cabang-cabang olahraga bergengsi.
Baca Juga: Malaysia Pilih Tampil di CAFA Nations Cup, Tolak Uji Coba Lawan Timnas Indonesia
Optimisme itu didukung pula oleh kepercayaan Federasi Anggar Internasional (FIE) yang kembali memberikan mandat kepada Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan anggar Asia untuk kelompok kadet dan junior, yang akan digelar di Jakarta pada Februari 2026.
“Kami sangat optimistis untuk kelompok usia muda, apalagi masih ada cukup waktu untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik,” imbuh Dito.
Selain kejuaraan Asia, persiapan ini juga dianggap penting dalam menghadapi berbagai ajang multievent lainnya seperti SEA Games dan Asian Games.
Baca Juga: Staf Pelatih Lengkap, Timnas U-23 Siap Maksimalkan Persiapan ASEAN Cup 2025
“Harapannya, anggar bisa menyumbang medali di SEA Games nanti,” ujar Dito yang turut berpartisipasi dalam seremoni penyerahan medali kepada para juara.
Artikel Terkait
Wakil Asia Berguguran di Piala Dunia Klub 2025, Tinggal Al Hilal yang Bertahan
Francesco Bagnaia Gagal Podium di MotoGP Italia 2025, Ducati Tetap Beri Dukungan
Cara Bermain Padel, Olahraga Raket yang Kini Makin Populer di Indonesia
Ranking Voli Dunia 2025: Indonesia Tertahan, Vietnam Masih Unggul
Timnas U-23 Indonesia Siap Tampil di ASEAN Cup, Pelatih SEA Games Masih Teka-Teki