SportlinkNews - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menampik adanya pembedaan perlakuan antara cabang olahraga (cabor) sepak bola dan cabor lainnya.
Dito menanggapi isu kesenjangan yang ramai diperbincangkan publik usai timnas Indonesia mendapat bonus jam tangan mewah, dan perhatian besar dari pemerintah pasca-lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menjawab hal itu, Dito malah bertanya, kesenjangan apa yang dirasakan oleh atlet saat ini?
Baca Juga: Nike Rilis Seragam Tandang Inter Milan 2025-2026 dengan Desain Salju dan Warna Dingin
Menurutnya, pemerintah melalui tetap memberikan perhatian yang adil dan serata kepada seluruh cabor, terutama yang berprestasi di ajang-ajang internasional bergengsi seperti Asian Games dan Olimpiade, sesuai dengan Asta Cita pemerintahan saat ini.
Namun, ia juga mengakui bahwa Timnas sepakbola ini telah melakoni proses terjauh, tertinggi, dalam meraih kualifikasi piala dunia.
"Untuk sepak bola, ini memang menjadi bagian dari Asta Cita Prabowo-Gibran. Di mana poinnya clear bahwa pemerintahan saat ini fokus ke peningkatan Asian Games, Olimpiade, dan juga menembus Piala Dunia," kata Dito kepada wartawan usai melepas 17 atlet MMA ke Kejuaraan Dunia di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.
Baca Juga: Final NBA 2025: Tambah Keunggulan 2-1, Cadangan Pacers Mendominasi Thunder
Ia mengatakan bahwa pencapaian timnas sepak bola yang melaju hingga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia adalah tonggak sejarah baru dalam olahraga Indonesia, sehingga wajar jika mendapat apresiasi khusus dari presiden.
"Kita harus akui bahwa timnas sepak bola saat ini berada dalam proses tertinggi dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia. Maka, apresiasi dari Presiden, yang bersifat pribadi, adalah wujud penghargaan atas pencapaian historis ini," lanjut Dito.
Tapi, dirinya memastikan bahwa cabor lain tidak dianaktirikan. Dito kemudian bercerita saat Prabowo yang masih menjabat menjadi Menhan datang ke Olimpiade Paris memberikan apresiasi yang sama kepada semua atlet berprestasi Indonesia di sana.
Baca Juga: Port FC Resmi Ikut Piala Presiden 2025, Asnawi Siap Tampil Lawan Persib dan Oxford United
"Saya menyaksikan langsung, secara mendadak beliau memberikan apresiasi pribadi kepada seluruh kontingen Olimpiade, baik atlet maupun pelatih. Itu bukti nyata kepedulian beliau terhadap semua cabor," tutur Dito.
"Jadi bersyukur Bapak Presiden benar-benar sosok peduli dan sangat mencintai olahraga. Ia juga memberikan banyak kontribusi untuk memajukan olahraga secara pribadi, seperti bagaimana kita melihat ia kembali menghidupkan olahraga berkuda, polo, dan bahkan membangun fasilitas TC yang ada di Bekasi," imbuhnya lagi.
Dito mengatakan bahwa Kemenpora menjadi salah satu kementerian yang mendapat keistimewaan dalam alokasi anggaran pelatnas untuk pembinaan atlet berbagai cabang.
Baca Juga: Inter Miami Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia Klub 2025
Sehingga ia menilai penting untuk menjaga semangat kolektif olahraga nasional karena berdampak pada pembinaan olahraga nasional yang lebih merata dan berkelanjutan.
Menpora pun memastikan bahwa atlet dari semua cabang yang mencetak sejarah di tingkat internasional akan mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah.
"Jadi, kalau nanti ada sejarah tercipta di Asian Games, Olimpiade, atau ajang lain, jangan khawatir, bonus dan apresiasi pemerintah pasti menanti. Akan diberikan sesuai proporsionalnya," pungkas Dito.