olimpik

Pemerintah Tambah Anggaran SEA Games 2025 Hingga 6 Kali Lipat, 700–800 Atlet Siap Dikirim

Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Menpora yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sedang menjelaskan tentang perubahan anggaran SEA Games 2025 Thailand dan terkait sepakbola, di Kemenpora, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Kementerian Keuangan akhirnya menambah anggaran SEA Games 2025 Thailand. Penambahannya berjumlah hampir enam kali lipat dari sebelumnya. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat jumpa pers di Kemenpora. Awalnya, pemerintah hanya menyiapkan dana sekitar Rp 10 miliar untuk mengirim 120 atlet. 

Namun, berkat komitmen Presiden dan koordinasi dengan Menkeu, anggaran kini meningkat menjadi sekitar Rp 60 miliar, sehingga diproyeksikan 700–800 atlet bisa dikirim, tergantung hasil evaluasi.

Baca Juga: Pengamat Soroti Kriteria Pelatih Baru Timnas: Tak Cukup Nama Besar

"Awalnya, pengiriman atlet dibatasi hanya 120 orang dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Namun, Alhamdulillah Bapak Presiden berkomitmen memastikan olahraga menjadi duta bangsa dan cerminan kedigdayaan bangsa," kata Erick.

Presiden ketika itu langsung meminta dirinya (Erick) untuk bertemu Menkeu untuk menyampaikan pandangan-pandangan tentu dari dunia olahraga, bahwa selama ini kontingen tim Indonesia selalu jadi salah satu yang terbesar.

Menteri Keuangan pun menyetujui pandangan tersebut, sehingga akhirnya terjadi penambahan anggaran SEA Games, yang keputusan resminya sudah keluar. Dananya benar-benar tersedia

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Evaluasi Menyeluruh Timnas Indonesia Usai Berpisah dengan Patrick Kluivert

"Karena itu pula kami ingin memastikan atlet yang dikirim adalah mereka yang benar-benar diprioritaskan dan memiliki peluang meraih medali. Target kami tetap mempertahankan peringkat tiga besar, meski ada sejumlah nomor yang tidak dipertandingkan," kata Erick Thohir. 

"Dengan penambahan anggaran SEA Games 2025 sebesar sekitar Rp 60 miliar, terjadi peningkatan hampir enam kali lipat. Jumlah atlet yang dapat dikirim diperkirakan mencapai 700–800 orang, tergantung hasil evaluasi bersama dengan tim review," ucap Erick. 

Realitasnya yang harus dihadapi, tutur mantan Menteri BUMN itu mengatakan, bahwa ketika rangking tiga di Kamboja, Indonesia meraih 87 emas.

Baca Juga: Paul Parker Nilai Ruben Amorim Punya Masalah Pribadi dengan Kobbie Mainoo

Untuk di Thailand ini, dari 87 emas tersebut belum mulai saja, Indonesia, kata Erick sudah kehilangan 41 emas karena banyak nomor yang tidak pertandingkan. 

"Saat ini baru terdeteksi 32 emas. Kalau yang dulu dapat 46 emas ditambah potensi 32 emas, maka yang gambaran emas yang bisa kita raih sekitar 78 emas," ujarnya.

"Nah, kalau mau finis di posisi runner-up atau minimal kembali rangking tiga, itu gambarannya harus bisa mendapatkan 82 sampai 90 emas. Artinya, ini masih kurang," tegasnya lagi. 

Baca Juga: Khamzat Chimaev Siap Hadapi Pemenang Duel Reinier de Ridder vs Brendan Allen

Untuk itu, Erick meminta semua pihak harus sama-sama menata lagi bagaimana target-target mereka setransparan mungkin dan melihat potensi-potensi lain yang bisa digali.

Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan bersama KOI, KONI, serta PB-PB untuk menentukan cabang dan atlet yang memiliki potensi emas pada pekan depan. 

"Tinggal satu setengah bulan ini kita masih coba mengejar dan Insya Allah kalau niat kita sama-sama, niat-niat kita bersatu, tidak saling menyalahkan mudah-mudahan kita bisa mencapai target kembali tiga besar paling tidak," tambahnya menjelaskan. 

Tags

Terkini