Depresi pada Pemain Sepak Bola yang Sudah Pensiun, Sebuah Tantangan Laten yang Marak Terjadi

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Selasa, 23 April 2024 | 08:10 WIB
Depresi pemain sepak bola pensiun merupakan masalah yang harus dicari solusinya. (Pexels.com/Andrew Neel)
Depresi pemain sepak bola pensiun merupakan masalah yang harus dicari solusinya. (Pexels.com/Andrew Neel)

Ketika karir mereka berakhir, mereka mungkin merasa kehilangan arah dan tujuan dalam hidup mereka.

Baca Juga: Dicurangi Wasit Saat Lawan Qatar Ternyata Jadi Motivasi untuk Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024

Ditambah lagi, cedera fisik yang diderita selama karir mereka bisa memperburuk situasi dengan menimbulkan rasa sakit kronis dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik.

Berbagai faktor dapat menyebabkan depresi pada mantan pemain sepak bola.

Salah satunya adalah tekanan yang dialami selama karir mereka, baik dari klub, pelatih, atau bahkan diri sendiri untuk mencapai kinerja yang tinggi.

Baca Juga: Erick Thohir Beri Kode Keras Kepada Shin Tae-Yong

Setelah pensiun, hilangnya rutinitas ketat dan tekanan yang konstan dapat meninggalkan mereka merasa kosong dan tidak berguna.

Selain itu, identitas sosial yang kuat sebagai atlet profesional juga dapat menjadi faktor risiko.

Ketika karir berakhir, mereka sering kali merasa kehilangan identitas dan rasa penghargaan dari masyarakat.

Baca Juga: Cuma Dapat Izin sampai Lolos 8 Besar Piala Asia U-23 2024, Nathan Tjoe-A-On Kembali ke SC Heerenveen

Ini dapat mengarah pada perasaan tidak berharga dan depresi.

Dampak depresi pada mantan pemain sepak bola bisa sangat merusak.

Selain memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional mereka, depresi juga dapat berdampak negatif pada hubungan interpersonal, pekerjaan, dan kesejahteraan fisik secara keseluruhan.

Baca Juga: Timnas U16 Indonesia Digenjot Latihan Fisik

Jika tidak ditangani dengan baik, depresi bisa memicu perilaku yang berisiko, seperti penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan, dan bahkan berpotensi menyebabkan pemikiran bunuh diri.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidur Berkualitas Kunci Performa Atlet Selama Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:55 WIB

Benarkah Emosi Dapat Bawa Penyakit untuk Tubuh?

Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:55 WIB

Cara Mengatasi Kecemasan Performa dalam Olahraga

Senin, 24 Februari 2025 | 20:13 WIB

Manfaat Berenang Bagi Kesehatan Mental

Senin, 24 Februari 2025 | 14:11 WIB
X