PB Akuatik Indonesia Siapkan Strategi Menuju Olimpiade 2028 di Bawah Kepemimpinan Anindya Bakrie

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 16 Maret 2025 | 05:30 WIB
Anindya Bakrie terpilih kali ketiga sebagai Ketua Umum Akuatik Indonesia pada Munas di Jakarta, Sabtu, 15 Maret 2025.
Anindya Bakrie terpilih kali ketiga sebagai Ketua Umum Akuatik Indonesia pada Munas di Jakarta, Sabtu, 15 Maret 2025.

SportlinkNews - Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan atlet terbaik untuk Olimpiade 2028 setelah kembali menunjuk Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum untuk periode 2025-2029.

Anindya kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, pada 15 Maret 2025. Ini merupakan kali ketiga dia terpilih sebagai Ketua umum.

Dia pun bertekad untuk membawa cabang olahraga akuatik Indonesia ke level dunia.

Dalam Munas yang dihadiri oleh 31 pengurus provinsi serta tokoh olahraga nasional, PB AI mengusung tema "Meningkatkan Prestasi Atlet Menuju Youth Olympic 2026 dan Olympic 2028".

Baca Juga: Virgil van Dijk Fokus pada Akhir Musim, Masa Depannya di Liverpool Masih Teka-teki

Tema ini menegaskan bahwa akuatik Indonesia memiliki target jangka panjang untuk menghasilkan atlet yang siap bersaing di Olimpiade Los Angeles 2028 dan bahkan Olimpiade 2032.

Demi persiapan menuju Olimpiade 2028, Anindya menekankan bahwa PB AI akan fokus pada tiga strategi utama.

Pertama, pengembangan atlet muda berbakat. Saat ini, katanya, 70 persen atlet Pelatnas merupakan perenang muda dengan rata-rata usia 16,2 tahun.

Regenerasi yang sukses ini, dinilainya, akan menjadi pondasi penting dalam mencetak atlet yang siap tampil di panggung dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Pemain Muda Arsenal Myles Lewis Skelly Masuk Timnas Inggris, Begini Komentar Mikel Arteta

Nantinya Youth Olympic 2026 akan menjadi batu loncatan. Ajang Olimpiade Remaja itu jadi target antara guna ajang pembuktian bagi atlet muda Indonesia sebelum menghadapi kualifikasi Olimpiade 2028.

Kedua, meningkatkan standar pelatihan dan fasilitas. PB AI juga berencana untuk membawa Kejuaraan Dunia ke Indonesia pada 2029 atau 2030, dengan memanfaatkan Stadion Akuatik Gelora Bung Karno sebagai venue utama.

Event ini akan menjadi kesempatan emas bagi atlet Indonesia untuk bersaing dengan para perenang kelas dunia di kandang sendiri.

Baca Juga: Lando Norris Rebut Pole Position GP Australia, Langkah Awal Musim yang Menguntungkan McLaren

Ketiga, yakni pemanfaatan teknologi untuk pengembangan atlet. Ini, kata Anindya, merupakan inovasi baru dalam pengelolaan data dan pengembangan atlet melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang diberi nama Akuatik Mobility Intelligence (AMI).

Teknologi ini akan digunakan untuk meningkatkan database atlet, menganalisis performa, dan menyusun strategi berbasis data untuk persiapan menuju Olimpiade 2028 dan 2032.

"AMI akan membantu kita dalam perencanaan strategis dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga kita bisa lebih prediktif dalam menyiapkan atlet," ujar Anindya.

Selain fokus untuk menuju Olimpiade, Anindya juga menegaskan bahwa pihaknya komit untuk pembinaan jangka panjang bagi atlet, pelatih, serta perangkat pertandingan.

Baca Juga: Megawati Punya Tiga Pilihan Masa Depan, Tidak Daftar Kuota Pemain Asing di Liga Voli Korea

"PB AI berkomitmen meningkatkan kesejahteraan mereka guna menciptakan ekosistem yang lebih profesional dan kompetitif," katanya.

"Kami percaya bahwa dengan berbagai program dan strategi yang disiapkan, optimis hasil baik akan diperoleh para perenang Indonesia menuju Olimpiade LA 2028, terus berkembang sebagai kekuatan baru dalam dunia akuatik internasional," tambah Anindya lagi.

Dalam Munas ini juga diberikan Akuatik Award kepada 11 orang yang dinilai telah berkontribusi positif di cabang olahraga akuatik ini.

Baca Juga: Persaingan Ketat MVP NBA 2025: Nikola Jokic vs Shai Gilgeous-Alexander, Siapa Terbaik?

Daftar penerima Akuatik Award 2025 :
1. Atlet Akuatik Terbaik Putra: I Gede Siman Sudartawa
2. Atlet Akuatik Terbaik Putri: Masniari Wolf
3. Atlet Muda Akuatik Terbaik Putra: Felix Viktor Iberle
4. Atlet Muda Akuatik Terbaik Putri: Adellia Chantika Aulia
5. Tim Akuatik Terbaik: Tim Nasional Polo Air SEA Games 2019
6. Pelatih Akuatik Terbaik: Albert Christiadi Sutanto
7. Wasit/Juri Akuatik Terbaik: Pranata (loncat indah)
8. Pengurus Provinsi Terbaik: Jawa Barat
9. Pengurus Kabupaten/Kota Terbaik: Surabaya
10. Perkumpulan Akuatik Terbaik: Millenium Aquatic Jakarta
11. Life Time Achievement: Harli Ramayani (loncat indah)

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X