SportlinkNews - Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, membuka peluang bagi Indonesia untuk melakukan naturalisasi atlet diaspora jelang berbagai ajang olahraga internasional mendatang.
Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat Asia Tenggara maupun dunia.
Menurut Surono, naturalisasi menjadi praktik yang lumrah di banyak negara. Ia mencontohkan Kamboja yang menaturalisasi atlet anggar, serta Filipina yang merekrut atlet berdarah Amerika Serikat. Hal ini membuat kompetisi antarnegara semakin ketat.
Baca Juga: Target Emas Belum Pasti, Kemenpora Masih Pantau Peluang Timnas U-22 di SEA Games 2025
"Atlet negara lain sudah melakukan naturalisasi. Kamboja di anggar, lalu Filipina mengambil dari Amerika Serikat," ujar Surono di Kemenpora, Kamis, 6 November lalu.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi dari atlet keturunan atau diaspora yang kini menetap di luar negeri.
Mereka bisa menjadi bagian penting dalam memperkuat tim nasional di cabang olahraga tertentu, selama memenuhi aturan federasi masing-masing.
Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Diminta Tak Terlalu Respek Lawan Brasil di Piala Dunia U-17 2025
"Indonesia ini ternyata banyak atlet yang tersebar di luar negeri dan punya keturunan Indonesia. Aturan tiap cabang olahraga berbeda-beda, tapi kami akan mempelajarinya," tambahnya.
Surono mencontohkan pengalaman negara lain seperti Oman, yang menaturalisasi 10 atlet cabang atletik dan berhasil meraih tujuh medali emas.
Ia menilai langkah serupa bisa diadopsi oleh Indonesia dengan tetap memperhatikan regulasi dan identitas kebangsaan.
Baca Juga: Mbappe, Bonmati, hingga Arteta Masuk Nominasi The Best FIFA Awards 2025
"Banyak juga perenang Belanda yang keturunan Indonesia dan bahkan juara olimpiade. Mudah-mudahan nanti ada cabang tertentu yang bisa kita naturalisasi, dengan catatan mereka memang punya darah Indonesia," ujarnya.
Kemenpora bersama tim review tengah mengkaji peluang ini secara selektif, untuk yang terdekat pada SEA Games 2025 Thailand, Desember nanti.
Dengan harapan proses naturalisasi bisa menjadi jalan cepat untuk memperkuat sektor-sektor potensial tanpa mengesampingkan pembinaan atlet lokal.
Artikel Terkait
Pertama Kali Program Naturalisasi Terjadi di Cabang Olahraga Hoki Es Indonesia
FIFA Resmi Merilis Bukti: Ketujuh Pemain Bodong Naturalisasi Malaysia Memalsukan Dokumen dengan Cara yang Sama
Thailand Naturalisasi Mantan Pemain Chelsea, Madam Pang Tak Mau Kalah dengan Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Kehilangan Gelandang Naturalisasi Selama 9 Bulan Akibat Cedera
Timnas Futsal Indonesia Dinilai Cukup Kuat Tanpa Pemain Naturalisasi