SportlinkNews - Di tengah persiapan non-teknis menuju SEA Games 2025, Tim Review Kemenpora telah merampungkan evaluasi proyeksi perolehan medali Indonesia di Thailand.
Hasil review tersebut menunjukkan peluang besar bagi Merah Putih untuk kembali bersaing di papan atas klasemen dengan proyeksi kontribusi terbesar dari empat kategori olahraga utama.
Proyeksi tersebut menggarisbawahi sejumlah cabang yang diprediksi menjadi sumber emas terbanyak bagi Indonesia.
Baca Juga: SEA Games 2025: Malaysia Tanpa Pemain Kunci, Richard Scully Beri Wejangan Tegas
Menembak muncul sebagai tumpuan utama dengan peluang 14 medali emas, terbesar di antara seluruh cabang.
Potensi tersebut tersebar di berbagai nomor, mulai dari 10 meter air rifle, 50 meter rifle 3 position, hingga 25 meter sport pistol baik kategori individu, beregu, maupun nomor campuran.
Keperkasaan Indonesia juga diperkirakan terlihat dalam cabang balap sepeda dan triathlon, yang masing-masing memiliki potensi merebut enam emas.
Baca Juga: PSSI Bertemu Calon Pelatih Timnas Indonesia di Eropa, John Herdman Masuk Radar
Sementara itu, angkat besi, catur, kano, panahan, atletik, dan cabang-cabang akurasi lainnya turut menguatkan peluang Indonesia untuk menambah koleksi medali.
Di kategori olahraga bela diri, pencak silat dan gulat diproyeksikan menyumbang empat emas.
Sedangkan wushu, karate, judo, taekwondo, MMA, dan kabaddi berkontribusi sebagai cabang pendukung yang tetap punya peluang membuka kejutan.
Baca Juga: Proses Seleksi Pelatih Timnas Indonesia Masuk Tahap Akhir, Ini Penjelasan PSSI
Penyebaran kekuatan yang merata ini menjadi modal penting dalam persaingan tiga besar melawan Thailand dan Vietnam.
Bila di total dari 32 cabang olahraga atau disiplin cabor yang masuk dalam kategori A, peluang medali emas di atas 50%, di atas kertas raihan emas bisa mencapai 120 buah.
Kemudian untuk cabor yang masuk kategori B, dengan peluang medali emas 50% dan perak, seperti tinju, boling, golf, squash, Akuatik loncat indah dan renang terbuka, hingga sepak bola putra, total ada 9 medali emas yang berpeluang diraih.
Baca Juga: Dihajar KO Ben Whittaker Ronde Pertama, Benjamin Gavazi Ambruk Butuh Bantuan Oksigen
Sementara untuk 18 cabang olahraga lainnya hanya diberikan target perunggu, seperti polo air, renang artistik, jujitsu, criket putra, senam, futsal putri, tenis meja, dan sepak bola putri.
Sementara persiapan teknis dan evaluasi hasil review berjalan, agenda formal untuk pelepasan kontingen masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Surat permohonan pengukuhan telah diajukan, dan upacara diperkirakan digelar pada 4 atau 5 Desember.
Baca Juga: KONI Banten Punya Anggota Baru Badan Fungsional PPKORI
Menurut Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, tidak seluruh atlet dapat hadir dalam prosesi tersebut nanti.
Mengingat beberapa cabang sudah memulai pertandingan lebih awal, sehingga atlet-atlet terkait harus segera berangkat menuju Thailand mengikuti jadwal kompetisi.
Saat ini cabang olahraga yang sudah menuju Thailand adalah sepak bola putra. Selasa, 2 Desember 2025, menyusul Timnas sepak bola putri.
Baca Juga: Lionel Messi Pecahkan Rekor Assist Legendaris Real Madrid tapi Bukan Ronaldo
"Jadwal pertandingan sudah ditetapkan dan tidak bisa digeser. Jadi mereka yang mendapat jadwal lebih awal tetap harus berangkat sesuai rencana," ujar Taufik.
Hingga saat ini, Presiden Prabowo masih berada di Aceh dan Sumatera Utara untuk meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Tim Indonesia Siap Berlaga di AYG dan ISG 2025, Pencak Silat Jadi Cabang Resmi!
Timnas Voli Putri Bidik Kebangkitan, Megawati Jadi Ancaman di SEA Games 2025
Tenis Indonesia Turunkan Kekuatan Terbaik, Christo–Aldila Pimpin Misi Empat Emas di SEA Games 2025
SEA Games 2025: Malaysia Tanpa Pemain Kunci, Richard Scully Beri Wejangan Tegas
Kontingen Indonesia Rilis Jersey Baru Bernuansa Toraja untuk SEA Games 2025