SportlinkNews - Persiapan Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 terus dimatangkan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, memimpin rapat finalisasi di ruang rapat Lukman Niode akhir pekan ini.
Rapat tersebut membahas skema tuan rumah bersama NTT-NTB serta dukungan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.
Baca Juga: Garuda Pincang di FIFA Series? Enam Pemain Kunci Terpaksa Absen
Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, dan Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid.
Agenda ini menjadi tindak lanjut komunikasi KONI Pusat dengan Kemenpora RI, termasuk laporan progres hasil pertemuan dua gubernur Nusa Tenggara dengan Presiden RI.
Dalam arahannya, Marciano menegaskan satu garis besar kebijakan, yakni PON 2028 tidak akan membangun venue baru di NTT dan NTB. Seluruh kebutuhan harus dimaksimalkan melalui APBD masing-masing daerah.
Baca Juga: 17 Detik yang Membuyarkan Mimpi Garuda Pertiwi ke Final
"PON XXII/2028 harus efisien dan tepat sasaran. Fokus pada cabang olahraga Olimpiade, termasuk Winter Olympic, serta cabor unggulan Asian Games dan SEA Games," tegasnya.
Konsekuensinya, sejumlah pertandingan yang belum memiliki venue representatif di NTT dan NTB akan digelar di provinsi pendukung. DKI Jakarta pun resmi disetujui sebagai tuan rumah penyangga, meski nama event tetap PON XXII/2028 NTT-NTB.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebelumnya telah menyatakan kesiapan membantu.
Baca Juga: Pesta Gol Persib Bandung Berkat Kolektivitas Tim
Ibu Kota dinilai memiliki infrastruktur olahraga berstandar internasional seperti arena akuatik, equestrian, ice skating, hingga velodrome yang siap pakai tanpa pembangunan baru.
Dari sisi teknis pembagian venue, NTT akan menggelar 21 cabang olahraga.Empat di antaranya, yakni berkuda, bola voli, sepak bola, dan aerosport akan menjadi tuan rumah bersama NTB.
Komposisinya meliputi 11 cabor olimpik, dua cabor DBON, tiga cabor SEA Games, dua cabor World Games, serta empat cabor pilihan tuan rumah.
Baca Juga: Sentuhan Tavares Hidupkan Performa Gali Freitas di Persebaya
NTB sendiri dijadwalkan mempertandingkan 26 cabang olahraga, terdiri atas 10 cabor olimpik, satu DBON (karate), lima cabor SEA Games, dan 11 cabor pilihan tuan rumah.
Sementara itu, DKI Jakarta akan menjadi lokasi untuk 14 cabang olahraga, dengan rincian 13 cabor olimpik dan satu cabor SEA Games, yakni boling.
Hasil finalisasi ini akan segera dilaporkan kepada Menpora RI sebagai bagian dari penetapan teknis akhir.
Baca Juga: Enrique Tegaskan PSG Fokus Laga, Bukan Balas Dendam ke Chelsea
Dengan format tiga wilayah ini, KONI Pusat menargetkan PON 2028 tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan prestasi olahraga nasional menuju multievent internasional.
Artikel Terkait
Kejurda 2025: Percasi DKI Jakarta Seleksi Atlet untuk Kejurnas dan Ambisi Loloskan Catur ke PON 2028
KONI DKI Jakarta Jadikan PON Bela Diri 2025 Ajang Pemanasan Menuju PON 2028 NTB-NTT
Tantangan Kepengurusan Baru PB FAJI: Amankan Arung Jeram di PON 2028
Dilantik Jadi Ketum KONI NTT, Melki Laka Lena Targetkan 10 Besar di PON 2028
PON 2028 Tanpa Venue Baru, Pemerintah Siapkan Skema Tuan Rumah Pendukung