KONI Jateng 'Omon-omon' Soal Ganti Dana Talangan Pengprov TI

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 19 Maret 2024 | 05:10 WIB
Alex Harijanto Ketua Pengprov TI Jateng kecewa dengan KONI Jawa Tengah yang tidak transparan soal penggunaan dana hibah.
Alex Harijanto Ketua Pengprov TI Jateng kecewa dengan KONI Jawa Tengah yang tidak transparan soal penggunaan dana hibah.

SportlinkNews - Taekwondo Jawa Tengah menorehkan prestasi gemilang dengan meloloskan 5 kelas poomsae (jurus) dan 12 atlet kyorugi (bertarung) pada babak kualifikasi PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.

Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng, Alex Harijanto, merasa bangga atas prestasi tersebut. Namun sebaliknya, ada cerita menyedihkan terkait pendanaan di balik perjalanan kontingen Pra-PON demi mengibarkan panji Jateng di arena olahraga.

Menurut legenda taekwondo Indonesia itu, perjalanan Jateng menggapai prestasi di Pra-PON dalam kondisi tidak baik-baik saja. Pasalnya, dana untuk persiapan, termasuk Pelatda Pra-PON, Pengprov TI hanya menerima 50 persen.

Baca Juga: Banggai & Tojo Una-Una Siap jadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Pantai Nasional Pertama

"Bahkan kami talangin dulu hampir Rp 1,2 miliar. Itupun belum termasuk biaya try out ke Korea seperti yang dilakukan Jabar dan DKI Jakarta," tegas Alex Harijanto.

Grand Master yang mengantar atlet taekwondo Indonesia meraih satu medali perak dan tiga perunggu di Olimpiade Barcelona 1992 ini berharap KONI Jateng bisa mengatasinya bukan cuma 'omon-omon'.

Ketika diajukan pengajuan penggantian anggaran, KONI Jateng menampik memenuhinya. Padahal RAB yang diminta KONI Jateng telah diberikan dan sesuai kebutuhan pelatda cabor taekwondo.

"KONI Jateng bilangnya mau diselesaikan, tapi sejauh ini cuma omongan saja, tidak terbukti," tukas Alex Harijanto.

Menurut Alex uang talangan untuk Pra-PON itu adalah dana Pengprov TI Jateng dan harus dipertanggung jawabkan pada saat rapat pengurus Pengprov TI Jateng. "Ini kan uang organisasi, jadi saya harus pertangung jawabkan penggunaannya nanti," ujar Alex Harijanto.

Dirinya makin kecewa ketika dikabarkan Dana hibah KONI Jateng terjadi silpa sekitar Rp5 miliar lebih dari dana hibah tahun lalu sebesar Rp 85 miliar.

"Kalau benar ada dana silpa, berarti manajemen keuangan di KONI Jateng untuk pembinaan olahraga sangat buruk. Kalau pengajuan kebutuhan pelatda kami dipenuhi tentu tidak terjadi silpa," tukas Alex.

Menurut Alex dana silpa ini akal-akalan pengurus KONI saja supaya bisa dimanfaatkan hal lain.

Alex Harijanto menekankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Provinsi Jateng patut mengaudit ulang penggunaan dana hibah KONI Jateng tahun 2023.

Terutama dana yang disalurkan untuk cabang olahraga. Pasalnya dalam penyaluran dana ke cabor KONI Jateng tidak transparan. 

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X