SportlinkNews - Balapan menjadi salah satu olahraga berisiko tinggi. Oleh karena itu, setiap pembalap harus dilindungi dengan pelindung kepala alias helm.
Helm telah mengalami berkembang pesat sejak awal balapan ketika pembalap menggunakan cangkang lunak yang pada dasarnya hanya menawarkan perlindungan dari serangga.
Pada awal era 30-an helm hanya sebatas kain lembut yang dibalut kulit, tetapi itu jelas tidak cukup untuk melindungi kepala pengemudi yang melaju dalam kecepatan tinggi.
Baca Juga: Padel Indonesia Unjuk Prestasi di Asia Pasific
Evolusi helm kemudian menghadirkan cangkang keras yang memberikan daya tahan yang kuat saat terjadi benturan.
Selanjutnya, helm dilengkapi dengan kacamata yang memberikan perlindungan pada mata pembalap.
Memasuki awal 60-an, seiring perkembangnya balapan, pabrikan DuPont mengembangkan bahan tahan api yang disebut Nomex yang kemudian digunakan untuk menghadirkan helm balap yang tahan api.
Dengan risiko ledakan akibat kecelakaan saat balapan, Nomex memberikan kontribusi besar untuk melindungi kepala pembalap dari sambaran api.
Lalu pada tahun 70-an diperkenalkan helm full-face dan 'dirt skirts' yang dipasang di bagian bawah helm untuk melindungi leher dari kotoran dan api.
Model visor diadopsi pada paruh pertama tahun 70-an, sementara pengekang helm (cikal bakal head and neck support -HANS) muncul pada pertengahan tahun 80-an untuk mengurangi kemungkinan cedera kepala atau leher.
Menjelang akhir dekade 80-an, sistem komunikasi mulai ditanamkan pada helm untuk memungkinkan pembalap berbicara dengan tim di pit stop.
Pengembangan helm di awal 90-an difokuskan pada sistem aerodinamika. Pabrikan helm membuat helm balap lebih ramping untuk mengurangi hambatan udara.
Sedangkan di tahun 2000-an, pabrikan mulai menggunakan bahan yang ringan dan kuat dalam pembuatan helm.
Artikel Terkait
Gelar Juara All England Jadi Harapan Besar Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Sambut Juara All England 2024, Menpora Dito: Ini Hasil Latihan Digabung Sport Science dan Teknologi
Euro 2024 Pamer Jersey Kandang dan Tandang Baru