Pentathlon Cabang Olahraga yang Menguji Fisik dan Keterampilan Atlet

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Rabu, 10 April 2024 | 15:50 WIB
Berkuda menjadi salah satu cabang olahraga yang ada dalam Pentathlon (UIPM)
Berkuda menjadi salah satu cabang olahraga yang ada dalam Pentathlon (UIPM)

SportlinkNews - Pentathlon, yang terdiri dari olahraga lari sepanjang stadion, lompat, lempar tombak, lempar cakram, dan gulat diperkenalkan untuk pertama kalinya pada Olimpiade ke-18 pada tahun 708 SM.

Pentathlon dianggap memegang posisi unik yang penting dalam Olimpiade tersebut. Dia dianggap sebagai klimaks, dengan pemenangnya diberi peringkat sebagai “Victor Ludorum”.

Kekaguman terhadap Pentathlon Kuno juga dimiliki oleh pendiri Olimpiade Modern, Baron Pierre de Coubertin dan sejak tahun 1909 ia mencoba agar Pentathlon dimasukkan kembali ke dalam program Olimpiade.

Baca Juga: Menpora Dito Lepas Kontingen Pentathlon Indonesia ke Korea Selatan dan Thailand

Momen Pentathlon terjadi dua tahun kemudian pada sesi ke-14 Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Budapest Hongaria ketika IOC menerima kompetisi tersebut.

Pentathlon Modern

Pentathlon modern diperkenalkan pada Olimpiade ke-5 di Stockholm Swedia tahun 1912, yang terdiri dari olahraga kontemporer meliputi menembak pistol, anggar, berenang, berkuda, dan lari.

Baca Juga: Modern Pentathlon Indonesia Punya Masa Depan Cerah, SEA Games Sudah Terbukti

De Coubertin berkeyakinan bahwa Pentathlon “menguji kualitas moral seseorang serta sumber daya fisik dan keterampilannya, sehingga menghasilkan atlet yang ideal dan lengkap”.

Olahraga baru ini diadopsi secara antusias dengan tuntutan yang melekat pada keberanian, koordinasi, kebugaran fisik, disiplin diri dan fleksibilitas dalam keadaan yang terus berubah.

Seorang Letnan muda Amerika, yang kemudian menjadi Jenderal Perang Dunia II yang terkenal, George S. Patton, menempati posisi kelima dalam kompetisi Pentathlon Olimpiade Modern yang pertama.

Baca Juga: Jabar Bermunajat untuk Hattrick Juara Umum PON 2024

Perpaduan keterampilan fisik dan mental yang dituntut dalam Pentathlon juga berarti bahwa para atlet telah mampu berkompetisi di tiga atau empat Olimpiade.

Hal ini karena waktu berlari dan berenang diperkirakan akan menurun seiring bertambahnya usia, namun pengalaman dan keterampilan dalam disiplin teknis sering kali meningkat.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: uipmworld.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X