Sportlinknews - Pemerintah Pusat dalam hal ini melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia belum memberikan rekomendasi terkait gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII atau ke-22 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2028.
Belum diterbitkannya rekomendasi terkait pelaksanaan PON XXII di NTB dan NTT pada 2028 dipaparkan langsung Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono.
Menurut dia, langkah itu dilakukan pemerintah, berkaca dari buntut carut marutnya pelaksanaan PON XXI di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara pada 9-20 September 2024.
Baca Juga: Menpora Dito: Persiapan Penutupan PEPARNAS XVII Sudah Sempurna
Diluar itu, selepas pelaksanaan PON, pemerintah provinsi dari masing-masing wilayah juga menyatakan tak sanggup untuk menggelar Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) ke-XVII yang merupakan satu kesatuan atau rangkaian kejuaraan multi event bergengsi empat tahunan di Tanah Air.
Dikatakan Surono bahwa rekomendasi akan diterbitkan Kemenpora apabila Pemprov NTB serta NTT mampu melaksanakan beberapa syarat pokok.
Di antaranya terkait prasarana yang meliputi venue pertandingan serta akomodasi, khususnya bagi atlet yang bakal melangsungkan pertandingan.
Baca Juga: Ketua KONI Pusat: Industri Olahraga Nasional Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri
"Rekomendasi menyangkut masalah persiapan prasarana, peralatan, kemudian akomodasi konsumsi. Kemudian mengenai cabang olahraga yang mau dipertandingkan berapa. Minimal cabor yang dipertandingkan di Olimpiade. Dan cabang olahraga prestasi di Asian Games," kata Surono dalam jumpa pers jelang seremoni penutupan PEPARNAS XVII di Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/10/2024).
Tentu belum dikeluarkannya rekomendasi karena pemerintah pusat tak ingin serangkaian insiden yang terjadi dalam PON XXI Aceh - Sumatera Utara kembali terulang pada kejuaraan multi-event empat tahunan di NTB dan NTT.
Untuk itu Kemenpora meminta jaminan dari calon tuan rumah dan KONI Pusat dalam memenuhi persyaratan yang dimaksud.
Baca Juga: Kena Sanksi Komdis PSSI, Laga Big Match Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton
Surono menegaskan pemerintah tak ingin, tiga bulan jelang pelaksanaan, masih terjadi kontroversi mengenai pembangunan dan penyelesaian venue pertandingan.
Sejatinya, kata dia, dimasa itu mulai dilakukan test event sebagai evaluasi terhadap teknis perlombaan sebelum gelaran PON serta PEPARNAS 2028 dimulai.
Artikel Terkait
Head to Head Indonesia vs China: 13 Kali Bertemu China Menang Banyak
Mees Hilgers Disorot FIFA, Jadi Aset Penting Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas U17 Indonesia Terus Berbenah Jelang Laga Kualifikasi Piala Asia U17 2025
Kena Sanksi Komdis PSSI, Laga Big Match Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton
Kejuaraan Dunia Junior 2024: Dua Medali Perunggu di Nomor Perorangan, Ini Kata Rionny