SportlinkNews - Red Spark menghadapi ujian serius. Tanpa Vanya Bukilic bisa apa Megawati Hangestri?
Vanya Bukilic dan Megawati disebut media Korea sebagai 'menara kembar'. Keduanya menjadi mesin poin Red Sparks yang sulit dihentikan.
Kombinasi pemain Serbia dan Indonesia ini melambungkan Red Sparks ke posisi kedua klasemen Liga Voli Korea. Bahkan, Megawati masuk tiga besar pencetak poin tersubur.
Baca Juga: Red Sparks Hadapi Krisis, Cedera Vanja Bukilic Jadi Tantangan Baru
Sementara itu, Bukilic mencetak rata-rata 21,3 poin per pertandingan dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 40,93%.
Ia membentuk garis pukulan satu-dua terkuat dengan Mega, yang bermain sebagai spiker lawan di kuarter Asia.
Jumlahnya agak lebih rendah dari 26 poin dari musim lalu, tetapi perbedaannya besar karena ia bertanggung jawab untuk menerima bola.
Baca Juga: David Beckham dan Victoria Ungkap Rahasia Bentuk Dada Emas
Efisiensi penerimaan bola Bukilic adalah 34,38%, yang cukup baik untuk menempati peringkat ke-8 secara keseluruhan.
Namun, Bukilic kini dililit masalah serius. Outside hitter itu mengalami cedera pergelangan kaki kiri. Dia harus menepi 4-6 pekan.
Musibah itu dialami saat set pertama Red Sparks melawan GS Caltex di Daejon dalam putaran kelima pada 22 Februari 2025.
Baca Juga: MILLS Luncurkan Merchandise Eksklusif Tim Indonesia
"Pembengkakannya parah," Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin mengatakan.
"Kami tidak tahu seberapa cepat ia akan pulih. Saya telah cedera berkali-kali selama tahun-tahun aktif saya, tetapi ada perbedaan besar antara orang-orang. Tidak mungkin untuk memprediksi kapan ia akan kembali pada saat ini," ungkapnya menambahkan.