Francine menambahkan bahwa meskipun Cena sering dianggap sebagai babyface, ia juga memiliki banyak penggemar yang membencinya, sehingga ia selalu berada di tengah-tengah.
Baca Juga: Ranking BWF Terbaru: Lonjakan Ganda Putra Indonesia, Ginting & Jonatan Terjun Bebas
"Orang-orang selalu membenci John Cena, kan? Jadi, saya rasa ia selalu berada di tengah-tengah."
"Mungkin istilah itu tidak sering dipakai lagi, tapi tweener adalah seseorang yang bisa menjadi babyface, tetapi tetap dianggap heel oleh sebagian orang," lanjutnya.
Pada WWE RAW terbaru, Cena resmi berubah menjadi heel seutuhnya, tetapi tetap mendapat reaksi campuran dari penonton dengan chant “Let’s go Cena/Cena sucks” yang selama ini melekat pada dirinya.
Baca Juga: Swiss Open 2025: Banjir Pemain Unggulan Mundur
Selain itu, Francine juga menyoroti bagaimana Cena tetap mendapat dukungan meskipun kini berperan sebagai villain.
Ia bahkan berpendapat bahwa Cena akan sulit untuk benar-benar dibenci oleh semua orang.
“Sepanjang kariernya, Cena sudah seperti itu."
Baca Juga: Helmut Marko Kesal dengan Tangisan Isack Hadjar di Grand Prix Australia, Memalukan!
"Kali ini, ia bahkan menargetkan seorang anak kecil di barisan depan yang mengenakan kaosnya dan menyebut anak itu sebagai pecundang."
"Tapi, bagi saya, itu adalah tindakan heel yang keren,” jelas Francine.
Menurutnya, meskipun Cena kini tampil sebagai penjahat penuh, ia tetap memiliki basis penggemar yang mendukungnya, sama seperti ketika ia masih berperan sebagai babyface namun tetap memiliki haters.
Baca Juga: Tidak Terima Dikalahkan Newcastle United, Virgil van Dijk Kirim Pesan Lewat Intagramnya
"Dia menunjuk ke arah penonton, orang-orang mencemoohnya, tapi ia selalu memiliki keseimbangan di mana masih ada sebagian yang mendukungnya, meski ia sekarang menjadi full heel."